Sabtu, 11 April 2026

Sedih! Marianus dan Istri Menangis Bayi Daniel Dibawa Dinas Sosial Kota Kupang

Yesualdus Marianus dan sang istri Maria E G Lele hanya bisa menangis. Rencana pihak Dinas Sosial Kota Kupang untuk membawa bayi yang ditemukkan

Penulis: Eflin Rote | Editor: Alfred Dama
POS KUPANG/EFLIN ROTE
Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon CN memegang kepala bayi Daniel Wae yang sedang tertidur di ruang perawatan Rumah Sakit Bhayangkara Drs. Titus Ully Kota Kupang, Senin (20/11/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Yesualdus Marianus dan sang istri Maria E G Lele hanya bisa menangis. Rencana pihak Dinas Sosial Kota Kupang untuk membawa bayi yang ditemukkan di dekat Bandara El Tari beberapa waktu lalu membuat pasangan suami istri ini merasa kehilangan.

Menurut sang suami, sejak dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dr Titus Ully, bayi laki laki ini langsung dirawat oleh mereka. Menggunakan uang pribadi, mereka berdua mengaku sepenuh hati merawat bayi yang kemudian diberi nama Daniel Wae ini.

"Sejak masuk ke sini, saya dan istri yang rawat dia. Kami urus seperti kami mengurus anak kami. Dia sudah imunisasi, saya berharap diberikan kesempatan kepada kami untuk merawat bayi ini," ujar Marianus, Senin (20/11/2017) di Kupang.

Pertama kali masuk ke RSB pada 10 Oktober 2017 lalu, berat badan Daniel berkisar 5.7kg. Namun setelah dirawat oleh Marianus dan istrinya selama satu bulan, berat badan Daniel naik menjadi 6.5kg. Ia mengaku menggunakan biaya pribadi untuk mengurus Daniel mulai dari membelikan susu, popok, hingga Marianus pun harus rela tiap malam tidur di rumah sakit hanya untuk menjaga Daniel.

Marianus mengaku sudah merasakan kedekatan dengan Daniel. Oleh sebab itu ia merasa kehilangan ketika Daniel hendak dibawa ke Rumah Perlindungan Sosial Anak (RPSA) di Naibonat, Kabupaten Kupang.

Sementara Kepala Dinas Sosial, Felisberto Amaral mengatakan Daniel merupakan anak negara dibawa perlindungan Dinas Sosial. "Sementara bayi ini dititipkan di RPSA di Naibonat. Semua itu ada proses kalau mau mengadopsi nanti ajukan saja Dinas Sosial supaya diproses," ujar Felis.

Nantinya, Dinas Sosial Kota Kupang akan mengungumkan kepada masyarakat jika ada masyarakat yang ingin mengadopsi. Hanya saja pihaknya masih menanti SP3 dari pihak kepolisian.

Kapolres Kupang Kota, AKBP Anthon CN mengatakan, kasus ini sementara masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Pihaknya mengaku belum ada petunjuk terkait siapa yang menjadi orang tua kandung bayi tersebut.

"Kendalanya di lingkungan sekitar belum ada yang merasa kehilangan bayi tersebut. Kita bersyukur karena ditemukan dalam kondisi sehat. Secepatnya akan kita keluarkan SP3 agar bayi ini bisa diadopsi," ujar Anthon.

Sebelumnya, bayi Daniel ditemukan di belakang Pos TNI Angkatan Udara (AU), Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang pada Selasa (10/10/2017) pagi. Saat ditemukan bayi Daniel memakai baju berwarna putih dan terbungkus selimut berwarna hijau motif bunga-bunga.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved