Sabtu, 30 Mei 2026

Hari Ini Golkar Gelar Rapat Pleno DPP, Bakal Tarik Setya Novanto dari Posisi Ketua DPR RI

Hal itu dikatakan Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/11/2017).

Tayang:
Editor: Agustinus Sape
KOMPAS.com/GARRY ANDREW LOTULUNG
Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid memberikan keterangan pers di Kantor DPP Partai Golkar, di Jalan Anggrek Neli Murni, Jakarta Barat, Jumat (21/7/2017). 

POS-KUPANG.COM | JAKARTA - Rapat pleno DPP Golkar yang akan digelar pada Selasa (21/11/2017), akan memutuskan penarikan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dari jabatan Ketua DPR RI.

Hal itu dikatakan Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid, di Kantor DPP Partai Golkar, Jakarta, Senin (20/11/2017).

"Besok kami putuskan bahwa menarik daripada Setya Novanto sebagai Ketua DPR RI," ujar Nurdin.

Baca: Nama Lusia Adinda Lebu Raya dan Andre Pareira Muncul dari Jalur Aspirasi

Pengganti Novanto sebagai Ketua DPR baru akan diputuskan dalam pekan ini.

"Langsung  Insya Allah dalam minggu ini diisi," kata Nurdin.  

Siapa yang akan menggantikan Novanto?

"Banyak (nama) potensial. Besok kami putuskan penggantian."

"Tapi siapa penggantinya kami serahkan pada mekanisme yang ada," ujar Nurdin. 

"Yang pasti bukan saya," kata dia.

Nurdin menambahkan, penggantian posisi Ketua DPR RI tak perlu menunggu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) DPP Golkar.   

Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan, partainya akan melakukan konsolidasi internal untuk menentukan pengganti Setya Novanto sebagai ketua DPR.

Hal itu menyusul status Setya Novanto yang kini menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi setelah kembali terjerat kasus dugaan korupsi proyek e-KTP.

Baca: Mengagumkan! Baru Belajar Memotret, Hasil Foto Nenek 88 Tahun Ini Viral di Internet, Begini Aksinya

Ada dua kemungkinan yang akan terjadi.

Pertama, pembahasan pergantian ketua DPR dilakukan tanpa adanya ketua umum definitif setelah Setya Novanto dinonaktifkan.

Artinya, Golkar akan menunjuk pelaksana tugas terlebih dahulu dan langsung dilakukan pembahasan pergantian ketua DPR.

Baca: Setelah Banjir Terjang Mbay, Pemda Nagekeo Baru Gali Saluran, Aurelius: Bangun Embung di Hulu

Kedua, pembahasan pergantian ketua DPR dilakukan setelah ketua umum definitif terpilih melalui musyawarah nasional luar biasa (munaslub) jika memang itu dimungkinkan untuk digelar.

Jika nantinya yang dipilih adalah opsi kedua, bisa saja ada penunjukan pelaksana tugas ketua DPR sementara hingga Golkar selesai memilih ketua umum definitif dan menentukan siapa ketua DPR pengganti Setya Novanto. (Kompas.com/Moh. Nadlir)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved