Asal Tahu Saja, Banyak Pelajaran Diperoleh Melalui Dongeng

Ini hal inti yang disampaikan Wakil Walikota Kupang, dr Herman Man saat pelatihan kompetensi guru

Asal Tahu Saja, Banyak Pelajaran Diperoleh Melalui Dongeng
Pos Kupang/Yeni Rachmawati
Wakil Walikota Kupang, dr Herman Man (tengah) saat pelatihan kompetensi tenaga pendidik di Kota Kupang 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati

POS-KUPANG.COM | KUPANG - "Mulai habis makan malam, kakak saya wajib berdongeng kepada saya. Berdongeng sudah ditugaskan dari bapak. Karena saya anak bungsu dan mama meninggal waktu masih kecil, mereka punya perhatian penuh kepada saja. Jadi kakak dongeng apa saja. Karena dari berdongeng dapat banyak pelajaran."

Demikianlah cerita yang disampaikan Wakil Walikota Kupang, dr Hermanus Man, ketika membuka Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Tingkat kota Kupang, (15-17) November 2017 di Aula SMKN 3 Kupang.

Kepada para tenaga pendidik, dr Herman mengajak agar para tenaga pendidik untuk bisa berdongeng kepada anak-anak dan jangan hilangkan budaya berdongeng.

Ia juga berpesan melalui kegiatan ini agar para guru bisa membawa pulang tiga hal.

Pertama, knowledge (pengetahuan) pedagogik karena kurikulum perkembangan psikologi anak itu penting. Karena guru penguasaan pedagogiknya lebih tinggi dari Wakil Walikota.

Guru bisa mengetahui tumbuh kembang anak dan pertumbuhan psikologis.

"Kalau tenaga pendidik sudah punya pengetahuan, maka pelatihan ini dianggap mempertajam atau proses memperkaya agar terdapat variasi dalam memberi pelajaran lebih banyak," tuturnya.

Kedua, attitude (sikap). Sikap mental harus dibentuk sama yaitu untuk fokus kepada pembentukan karakter anak - anak generasi muda.

"Saya dapat inspirasi dari beberapa kecamatan yang membuat lomba, mungkin tahun depan kita akan buat lomba Paud. Lomba apa saja seperti menyanyi, menari, menggambar, mewarnai dan lainnya. Lomba tersebut bukan menguji kepintaran tapi kita mau mengasah aspek kreatifitas anak untuk lebih banyak memacu otak kanan, yang dimulai dari seni dan hal l-hal yang abstrak," katanya.

Ia berpesan agar tenaga pendidik di PAUD untuk menjaga toilet yang bersih dan mengajarkan kepada anak-anak untuk buang air kecil di toilet jangan di celana. Anak-anak harus diajar tentang kebersihan.

Ketiga, skill. dr Herman meyakini, bila tiga hal ini dibawa pulang maka akan menjurus pada profesionalisme.

Bila bapak/ibu guru profesional maka anak-anak juga mendapatkan sesuatu yang besar dari tenaga pendidiknya. (*)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved