Sangsikan Kinerja Polres Belu, Keluarga Korban Minta DPRD Bentuk Pansus

Kedatangan mereka bertepatan dengan rapat paripurna DPRD Belu sehingga tidak langsung diterima oleh anggota DPRD.

Sangsikan Kinerja Polres Belu, Keluarga Korban Minta DPRD Bentuk Pansus
POS KUPANG/EDY BAU
Ratusan keluarga korban pembunuhan, Joao Vicente saat mendatangi Kantor DPRD Belu, Senin (13/11/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA - Keluarga Joao Vicente, korban pembunuhan di Kimbana, Desa Bakustulama, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu, mendatangi Kantor DPRD Belu, Senin (13/11/2017).

Kedatangan keluarga korban yang berjumlah lebih dari 100 orang ini untuk meminta DPRD Belu mengawasi penanganan kasus yang terjadi pada akhir bulan Juni 2017 lalu itu.

Kedatangan mereka bertepatan dengan rapat paripurna DPRD Belu sehingga tidak langsung diterima oleh anggota DPRD.

Baca: Pelaku Pariwisata Tolak Semenisasi di Taman Nasional Kelimutu

Setelah menunggu beberapa saat, para keluarga korban yang didampingi penasehat hukum, Joao Meco, diterima oleh Ketua Komisi I DPRD, Marthen Naibuti di ruang rapat komisi.

Kuasa hukum keluarga korban, Joao Meco kepada wartawan usai mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi I DPRD Belu mengatakan, kedatangan mereka sebagai ungkapan kesangsian mereka terhadap penyidikan yang dilakukan oleh Polres Belu.

“Jangan sampai tidak ada pengawasan dari DPRD, penyidik atau oknum tertentu ini menghina dirinya sendiri. Seolah-olah pelaku ini lebih pintar dari penyidik. Makanya hari ini kita datang supaya ada pengawasan. Dan nyatanya, kita minta supaya DPRD membentuk pansus untuk mengawal proses ini,” ungkapnya.

Baca: Di Bawah Pohon Kesambi Ronaldo Jaring Aspirasi Warga Builaran

Joao menuding, penyidik Polres Belu sudah menskenariokan agar terdakwa kasus ini hanya tiga orang.

Halaman
12
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved