Breaking News:

Jimmi Sianto Tidak Tahu Kalau Nasdem Sedang Rayu Hanura Untuk Berkoalisi

Ketua DPD Partai Hanura, Jimi Sianto mengaku belum tahu tentang rencana koalisi partai Hanura dan partai lainnya

Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Oby Lewanmeru
Ketua DPD Partai Hanura NTT, Jimmi Sianto,S.E,M.M 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Ketua DPD Partai Hanura NTT, Jimmi Sianto,S.E,M.M mengaku belum mengetahui jika Partai NasDem sedang merayu untuk berkoalisi dengan Partai Hanura untuk mengusung paket calon gubernur dan wakil gubernur dalam pilgub NTT 2018 mendatang.

Informasi yang diperoleh Pos Kupang, Minggu (12/11/2017), setelah pecah kongsi antara Partai NasDem dan Partai Golkar dalam mengusung paket Jecki Uly-Melki Laka Lena, maka kedua partai ini masing-masing mulai dari nol untuk menjajaki koalisi dengan partai politik (parpol) lain.

Partai NasDem sendiri sementara merayu sejumlah parpol termasuk Partai Hanura. NasDem yang memiliki delapan kursi di DPRD NTT harus berkoalisi karena belum mencapai syarat minimum untuk mengusung pasangan calon.

Di tingkat DPP, Partai NasDem menjajaki koalisi dengan Partai Hanura, karena akan mengusung pasangan calon yang merupakan kader Partai Hanura.

Kader Partai Hanura yang digadang-gadang antara lain, Andre Garu. Andre Garu disandingkan dengan kader Partai NasDem, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Ketua DPD Partai Hanura NTT, Jimmi Sianto yang dikonfirmasi mengaku tidak tahu soal proses penjajakan itu.

"Saya tidak tahu soal itu dan pada prinsipnya sekarang kmai menunggu saja keputusan dari DPP," kata Jimmi.

Begitu juga dikonfirmasi soal koalisi Partai Hanura dengan Partai Demokrat, Jimi mengatakan, sampai saat ini dirinya belum mendapat petunjuk dari DPP Partai Hanura.

"Kita tunggu saja keputusan dari DPP, karena jelas yang menentukan arah koalisi ini dari DPP," katanya.

Sementara itu, Bakal Calon Gubernur NTT dari Partai Golkar, Melki Laka Lena mengatakan, setelah koalisi dengan Partai NasDem bubar, maka jelas dirinya menyerahkan sepenuhnya kembali ke DPP Partai Golkar.

"Semuanya kembali ke DPP Partai Golkar, karena DPP yang mengatur langkah-langkah ke depan. Tentu kami tetap tunggu arahan dan keputusan lanjutan dari DPP Partai Golkar," kata Laka Lena. (*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved