Puskesmas Dampek Butuh Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi

Meski tenaga dokter umum dan dokter gigi tidak ada, Puskesma Dampek tetap melayani pasien sebisanya

Puskesmas Dampek Butuh Tenaga Dokter Umum dan Dokter Gigi
Pos Kupang/Aris Ninu
Kepala Puskesmas Dampek, Vitalis Hani

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | BORONG - Sampai saat ini, Puskesmas Dampek di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) ketiadaan dokter umum dan dokter gigi.

Ketiadaan dokter ini membuat pelayanan di puskesmas itu sangat terganggu.

Jika ada pasien pihak puskesmas tetap melakukan pelayanan.

"Kami sudah usul tetapi belum ada jawaban. Makanya kami di puskesmas ibarat tak ada rotan akar pun jadi. Kami ini jadi akar kalau ada pasien kami tetap beri pelayanan," ujar Kepala Puskesmas Dampek,Vitalis Hani, di Kantor Bupati Matim, Jumat (3/11/2017) siang.

Vitalis yang ditemui sedang berkonsultasi dengan Kepala BPMD Matim, Paskalis Sirajudin terkait dana desa.

Di mana Vitalis bertanya kepada Paskalis bisa tidak dana desa mengalokasikan biaya pengambilan obat di puskesmas.

Vitalis menuturkan, pelayanan di Puskesmas Dampek akan terus berjalan tanpa dokter umum dan gigi.

"Kami tetap bertekad beri pelayanan. Kalau tidak ada pelayanan pasti kami diprotes. Maka itu kami berharap tahun depan ada dokter umum dan dokter gigi. Di puskesmas ada perawat gigi tetapi alangkah baik ada dokter gigi," ujar Vitalis.

Ia mengungkapkan, Puskesmas Dampek ada perawat sebanyak 17 tenaga perawat dan bidan

"Semua tenaga ada yang sudah diangkat jadi PNS dan tiga orang masih tenaga suka rela," papar Vitalis.

Sebelumnya, lantaran tidak ada uang operasional yang disiapkan maka mobil ambulance milik Puskesmas Dampek di Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Matim diparkir oleh pihak Puskesmas Dampek.

Ambulance itu sudah parkir tiga bulan karena ban mobil sudah tidak layak lagi dipakai.

"Ban mobilnya sudah tipis. Benangnya sudah kelihatan makanya kami sudah parkir selama tiga bulan. Mau beli ban baru uang tidak ada.Puskesmas Dampek tahun 2017 tidak ada alokasi uang operasional. Makanya mau beli ban kami tidak ada uang. Uang bensin saja ambil dari uang perjalanan kepala puskesmas," kata Kepala Puskesmas Dampek,Vitalis Hani di Kantor Bupati Matim,Jumat (3/11/2017) siang.

Vitalis yang ditemui usai sosialisasi eleminasi malaria mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved