Bangun Kota Kupang

Jefri Riwu Kore Bilang Saya Sering Sidak Bukan untuk Marah-marah Pegawai

Dua bulan kepemimpinan kami di Kota Kupang belum ada gambaran apa-apa. Ekspektasi masyarakat tinggi.

Jefri Riwu Kore Bilang Saya Sering Sidak Bukan untuk Marah-marah Pegawai
Pos Kupang/ Yeni Rachmawati
Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengunjungi Puskesmas Alak, Selasa (5/9/2017) 

------------------------------------------------------------------------
Tentang Kota Kupang. Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore terus melakukan blusukan ke lapangan dan inspeksi mendadak ke kantor-kantor. Aksi itu bukan untuk marah-marah pegawai tetapi untuk memastikan masyarakat sudah dilayani atau tidak. Hal ini disampaikan Jefri di Kantor Redaksi Pos Kupang, Senin (2/10/2017) lalu. Dalam gaya tutur, dirangkum oleh Wartawan Pos Kupang, Benny Dasman.
------------------------------------------------------------------------------

BAGAIMANA kita melangkah ke depan. Dua bulan kepemimpinan kami di Kota Kupang belum ada gambaran apa-apa. Ekspektasi masyarakat tinggi. Fungsi kontrol penting, walikota bukan malaikat. Saya tidak pusing dengan kritik kalau tak ada solusinya. Tentunya kita follow-up.

Sebulan terakhir ini pembenahan diutamakan untuk aparat sipil negara (ASN). Saya melakukan blusukan untuk memastikan apakah mereka sudah kerja dengan benar.

Saya melakukan sidak bukan untuk marah-marah tetapi mau pastikan pelayanan berjalan atau tidak. Apa untungnya kita marah- marah. Jadi, jangan takut atau panik. Saya datang untuk lihat tempatnya, apa yang dilakukan petugas, fasilitas apa saja yang ada, apa keluhan masyarakat di sana, itu saja.

Kita temukan ada beberapa ASN yang tidak menunjang, sulit beradaptasi. Misalnya, dalam kasus bedah rumah. Disiapkan anggaran untuk 200 unit rumah. Sistemnya dengan penarikan undian agar tidak ada isu bahwa walikota memilih orang yang punya hubungan keluarga, atau tim sukses atau kenalan dekat dan lain-lain. Jangan pakai bisik-bisik. Apalagi kalau tunjuk saja. Nanti dibilang tim sukses atau kelompok kita yang dapat. Hindari itu.

Demikian juga saat Idul Adha, hanya empat ekor sapi yang disiapkan sebagai sumbangan pemerintah. Jadi, tidak cukup untuk semua kelurahan. Ya, supaya adil kelurahan mana yang dapat, diundi juga. Dengan cara itu kita kurangi nepotisme. Hilangkan budaya KKN. Lepaskan perbedaan.

Saya ingin tunjukkan bahwa saya ini bukan pemimpin satu kelompok atau golongan saja. Saya ini pemimpin yang dipilih oleh warga Kota Kupang. Dan, menjadi pemimpin untuk semua warga Kota Kupang.

Saya lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat. Lihat pasar, kondisinya kamomos, WC tak ada, air juga tak ada. Bak ada, namun jalan masuk untuk isi air tak ada. Terlalu banyak masalah.

Belum lagi jalan rusak, lampu jalan tak ada, sampah di mana- mana. Kesannya Kupang ini kampung di mana gitu. Ini kita benahi, kerja sungguh-sungguh.

Saya kreatif urus masyarakat. Jangan terlalu banyak ekspektasi dululah. Anggaran terbatas, kita bangun bertahap. Kota Kupang ini punya uang banyak, asal jangan korupsi. Itu kuncinya.

Halaman
12
Penulis: Benny Dasman
Editor: Benny Dasman
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved