Kamis, 16 April 2026

Dugaan Penyelundupan Harley Davidson, Kapolres Sempat Tarik Anggotanya di Pos Perbatasan, Sensitif !

Ini sensitif. Kita punya peran pengawas penyidik PNS di Kabupaten Belu. Saya lihat terlalu cepat disimpulkan

Penulis: Fredrikus Royanto Bau | Editor: Rosalina Woso
POS KUPANG/EDY BAU
Kapolres Belu, AKBP Yandri Irsan 

Laporan Wartawan Pos Kupang. Com, Edy Bau

POS - KUPANG.COM | ATAMBUA -- Kapolres Belu AKBP Yandri Irsan memastikan tidak ada keterlibatan anggotanya dalam kasus dugaan penyelundupan sparepart motor mewah Harley Davidson dari Timor Leste ke Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain.

Untuk memastikan hal ini, dirinya sempat menarik semua anggota Polres Belu yang bertugas di pos perbatasan. Mereka ditarik untuk diinterogasi guna memastikan ada tidaknya keterlibatan aparat kepolisian.

"Tidak ada. Anggota saya sempat saya tarik semua, interogasi semua. Yang dari batas. diperiksa paminal," tegasnya saat ditanya wartawan di Atambua, Rabu (1/11/2017).

Tak hanya membantah keterlibatan aparat kepolisian dalam dugaan penyelundupan itu. Dia bahkan mengatakan bahwa kata penyelundupan itu terlalu dini disampaikan ke publik yang bahkan membias bahwa ada backingan dari polisi.

"Ini sensitif. Kita punya peran pengawas penyidik PNS di Kabupaten Belu. Saya lihat terlalu cepat disimpulkan. Bahwa kalau ternyata yang punya datang bawa surat, kira-kira dia bisa komplain?" tukasnya.

Menurut Kapolres, saat ini tahapan penyelidikan sedang dilakukan oleh pihak Bea Cukai sehingga butuh waktu untuk menyimpulkan apakah itu penyelundupan ataukah barang antar pulau. (*)

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved