Minggu, 12 April 2026

Anda Ingin Tahu? Nyamuk Itu Suka Gigit Orang Malas Mandi

Khusus untuk Kabupaten manggarai, kasus malaria masih ada meski cenderung menurun. Oleh karena itu, perlu eliminasi

Penulis: Aris Ninu | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Aris Ninu
Suasana sosialisasi eleminasi malaria di Aula Dinkes Manggarai,Kamis (2/11/2017) pagi 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS KUPANG.COM, RUTENG - Kasus malaria positif di Kabupaten Manggarai cenderung menurun dari tahun ke tahun.

Terbukti tahun 2014 ada 76 kasus dan tahun 2015 terdapat 58 kasus serta tahun 2016 ada 65 kasus.

Menurunnya, jumlah kasus malaria dalam kurun waktu tiga tahun menunjukan Manggarai akan menuju ke tahap eleminasi malaria pada tahun 2019.

Demikian, laporan Kadinkes Manggarai,dr.Yulianus Weng melalui Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai, Asumta Ene Djone, S.Si,Apt ketika acara advokasi dan sosialisasi penanggulanggan eleminasi malaria di NTT tingkatkan Kabupaten Manggarai di Aula Dinkes Manggarai, Kamis (2/11/2017) pagi.

Asumta menjelaskan, penurunan jumlah kasus malaria positif semakin bermakna apabila disertai meningkatnya diperiksa darah malaria.

"Maka itu perlu ada kesepakatan dan komitmen pemerintah daerah dalam rangka eleminasi malaria dan rencana aksi daerah dalam rangka eleminasi di Manggarai. Selain itu harus ada persepsi yang sama agar semua pihak mendukung eleminasi malaria," kata Asumta.

Asumta mengharapkan, adanya dukungan dari semua pihak terutama masyarakat Manggarai guna rencana eleminasi malaria.

Asep, dari Dinkes NTT dan Pius Rengka, Tim Sosialisasi Eleminasi Malaria di NTT yang tampil dalam sosialisasi di Aula Dinkes Manggarai mengungkapkan, dukungan dari masyarakat, gereja dan pemerintah sangat diharapkan.

Pasalnya, tanpa dukungan, eleminasi malaria tidak akan berhasil.

"Bagaimana orang mau ke daerah kita kalau nyamuk malarianya banyak.Orang tidak takut senjata tapi takut malam hari tidur digigit nyamuk,"kata Asep.

Asep mengungkapkan, ada banyak faktor yang menyebabkan adanya jentik nyamuk di lingkungan tempat tinggal antara karena faktor manusia.

"Nyamuk paling suka gigit orang yang malas mandi. Lingkungan kotor bisa menyebabkan ada jentik nyamuk.Apalagi tempat yang kotor. Nyamuk susah gigit orang yang pakai parfum. Makanya kalau ibu-ibu dan nona-nona yang pakai parfum itu jarang digigit nyamuk. Di Lembata ada warga buat bak pakai terpal. Itu juga bisa menyebabkan ada jentik nyamuk. Kami sarankan kalau buat bak pelihara ikan biar lumut-lumut bisa dimakan nyamuk.Kalau tidak lumut itu paling disuka dimakan nyamuk,"papar Asep.

Pantauan Pos Kupang, jalannya sosialisasi eleminasi malaria dihadiri langsung Kadinkes Manggarai,dr.Yulianus Weng dan dibuka Asisten III Setda Manggarai, Anglus Angkat.

Hadir unsur dari Dinkes Manggarai,TNI, tokoh agama dan kepala puskesmas di Manggarai serta media massa.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved