Warga Nunumeu TTS Beli Pasir dan Semen Perbaiki Deker dan Jalan Kabupaten

Warga RT 14 RW 8 Kelurahan Nunumeu, Kabupaten TTS rela membeli pasir, semen dan besi untuk memperbaiki deker yang sudah rusak.

Warga Nunumeu TTS Beli Pasir dan Semen Perbaiki Deker dan Jalan Kabupaten
Pos kupang/novemy leo
Warga RT 14 RW 8 Kelurahan Nunumeu, Kabupaten TTS rela membeli pasir, semen dan besi untuk memperbaiki deker yang sudah rusak, Sabtu (28/10/2017). 

Laporan Wartawan POS-KUPANG.COM, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM | SOE - Warga RT 14 RW 8 Kelurahan Nunumeu, Kabupaten TTS rela membeli pasir, semen dan besi untuk memperbaiki deker yang sudah rusak.
Material pasir, semen dan besi mulai diturunkan ke lokasi sejak Jumat (27/10/2017) sore.

Dan pada Sabtu (28/10/2017) pagi sejumlah warga sudah mulai bergotong royong memperbaiki deker dimaksud.

Dengan menggunakan besi gali dan hamer besar, warga membongkar deker yang rusak itu. Masyarakat lain mengangkat material yang dibongkar menggunakan skop.
warga lain mencampur semen dan pasir, ada yang merangkai besi. Kemudian mereka mencor deker dimaksud.

Perbaikan deker dinaksud diawasi langsing oleh Ketua RT 14, Theotinus Soka dan Ketua RW 8, Gregoeius Lambo.

Gregorius mengatakan, deker ini sudah rusak hampir setahun namun pemerintah tidak juga memperbaikinya. Padahal di wilayah itu banyak pejabat dan anggota serta pimpinan DPRD yang memiliki kediaman disana. Dan sering melewati deker tersebut.

"Banyak pejabat yang lewat disini dan lihat kerusak ini tapi tidak ada perbaikan. Masyarakat dan pengguna jalan mau lewat di deker sini saja setengah mati. Bahkan ada pemakai jasa yang celaka," kata Gregorius.

Deker ini menuju ke Rumah Sakit Umum Muder Ignasia, SMA Kristen 1, SMA Kristen 2, SMP Negeri 2, SD Inpres Taubneno, Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nunumeu.

Untuk memperbaiki deker ini warga secara sukarela mengumpulkan uang untuk membeli material bahan bangjnan. "Uang yang dikumpulkan
Sekitar Rp 500 ribu. Tidak termasuk ongkos kerja," kata Gregorius.

Gregorius berharap ke depan pemerintah bisa mendata ruas ruas jalan yang rusak dan segera memperbaikinya. Karena hal itu merupakan tugas san tanggungjawab dari pemerintah.

"Harusnya pekerjaan dan dana perbaikan deker ini dilakukan dan ditangani oleh pemerintah bukan oleh masyarakat," kritik Gregorius. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: omdsmy_novemy_leo
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved