VIDEO: Meski Sedang Makan, Anak- Anak Peserta Festival Fulan Fehan Teriaki Mobil Dinas

Meskipun kegiatan fertival Fulan Fehan berhasil dengan sukses namun ada juga kerikil seperti ini

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edy Bau

POS-KUPANG.COM | ATAMBUA-Festival Fulan Fehan tahun 2017 telah dilaksanakan bersamaan dengan peringatan hari sumpah pemuda pada Sabtu (28/10/2017).

Acara berlangsung sukses dan berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) sebagai peserta penari likurai terbanyak.

Banyak yang senang dan bangga, banyak pula yang sedih dan kecewa. Di antaranya, anak-anak penari dari SD Fatubenao.

Anak-anak ini adalah sebagian kecil dari peserta yang kecewa. Salah satu guru pendampingi mereka sempat memarahi para pegawai yang melayani para pejabat di tenda VIP lantaran hingga sore hari anak-anak yang sudah tampil menari itu belum mendapat jatah makan dan minum.

Setelah sempat marah-marah, ibu ini kembali ke kelompok anak-anak dan diberi makanan sekitar pukul 16.24 wita.

Masalah tak hanya sampai di situ. Setelah makan, mereka harus menahan haus karena tak ada air.

"Muat di berita saja. Kemarin panitia buat pengumuman bahwa air ambil di panitia. Sekarang kami kehausan. Minta di panitia bilang sudah habis," ujar ibu yang enggan menyebut namanya ini.

Selain mengeluhkan makan dan minum, anak-anak ini ternyata belum bisa kembali ke penginapan mereka di Weluli lantaran tidak ada kendaraan yang mengangkut mereka.

Sembari memegang piring berisi makanan, mereka meneriaki mobil-mobil dinas plat merah yang melitas agar bisa menumpang.

Hari mulai gelap di padang Fulan Fehan, meski terus berteriak, tidak ada mobil yang berhenti untuk memberi mereka tumpangan.

Salah satu anggota Polisi Pamong Praja sempat menghampiri anak-anak untuk menenangkan bahwa ada kendaraan yang akan mengangkut mereka. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved