Berita Timor Rote Sabu

153 Calon Panwaslu Kecamatan Siap Ikuti Ujian Tertulis

Delapan pelamar yang dinyatakan tidak lulus administrasi terkendala pada dokument KTP yang berasal dari luar Malaka

153 Calon Panwaslu Kecamatan Siap Ikuti Ujian Tertulis
POS KUPANG/DION KOTA
Ketua Panwaslu Kabupaten Malaka, Petrus Nahak Manek 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG.COM | BETUN -- Dari 161 pelamar yang memasukkan berkas lamarnya untuk mengisi lowongan sebagai anggota panitia pengawas pemilu (Panwaslu) tingkat kecamatan ke Panwaslu Kabupaten Malaka, 153 pelamar dinyatakan lulus administrasi.

Sementara 8 pelamar dinyatakan gugur dalam proses administrasi.

Hal ini diungkapkan ketua Panwaslu Kabupaten Malaka, Petrus Nahak Manek saat ditemui pos kupang, Selasa (24/10/2017) di Betun.

Dirinya menjelaskan, delapan pelamar yang dinyatakan tidak lulus administrasi terkendala pada dokument KTP yang berasal dari luar Malaka dan adanya persyaratan yang tidak dipenuhi dalam berkas lamaran pelamar.

Selanjutnya, 153 pelamar yang dinyatakan lulus administrasi akan mengikuti tes tertulis pada 30 Oktober mendatang.

"Saat ini anggaran untuk Panwaslu Kabupaten Malaka belum dikucurkan oleh Bawaslu Provinsi NTT sehingga untuk lokasi tes tertulis belum bisa kami pastikan. Tetapi untuk waktu ujian tertulisnya sudah pasti di tanggal 30 Oktober karena akan serentak dilakukan di seluruh Indonesia," ungkap Petrus.

Disinggung terkait materi yang akan diujikan nanti, Petrus menjelaskan, soal ujian tertulis disusun oleh tim dari Bawaslu NTT. Nantinya setelah ujian, kertas lembaran jawaban peserta akan diperiksa oleh Pokja di tingkat Panwaslu Kabupaten Malaka.

"Untuk pengumuman hasil ujian tertulis sendiri akan diumumkan pada awal November. Bagi peserta yang dinyatakan lulus, akan lanjut ke seleksi tahap akhir yaitu wawancara di tingkat Kabupaten. Selaku komisioner Panwaslu Kabupaten Malaka, kami yang akan mewawancarai peserta yang masuk tahap tersebut," jelasnya.

Ketika dikonfirmasi terkait informasi yang menyatakan kepala desa dan camat memiliki andil dalam menentukan peserta yang akan lulus nantinya, Petrus dengan keras membantahnya.

Dirinya mengatakan, lulus tidaknya peserta ditentukan oleh hasil wawancara bukan ditentukan kepala desa atau camat.

"Tidak benar info itu. Siapa yang berkompetensi dia yang akan lulus. Kami tidak akan "main mata" untuk melulus peserta. Kami pastikan peserta yang lulus adalah peserta yang memiliki kompetensi sebagai pengawas," tegasnya.

Untuk diketahui, kuota yang disediakan untuk mengisi lowongan anggota panwaslu kecamatan sebanyak 36 orang.

Ke-36 anggota Panwaslu kecamatan ini akan disebar ke 12 kecamatan dengan pembagian per-kecamatan 3 orang anggota Panwaslu kecamatan.

Nantinya, para anggota Panwaslu kecamatan akan berkantor di kecamatan masing-masing. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved