Copa NTT

Andreas C Ado Mutiara dari Maumere

Pembukaan Copa NTT 8 agustus 2017, penonton terpesona dengan penampilan Lembata FC vs Persim Manggarai.

Andreas C Ado Mutiara dari Maumere
ISTIMEWA
Andreas C Ado, pemain Sikka Selection

POS KUPANG.COM - Laga Semi Final Copa NTT, Sabtu (21/10/2017) berakhir dengan dominasi kesebelasan dari Nusa Bunga Flores. Pertandingan pertama Perseftim (Flores Timur) unggul 3-1 atas Kupang FC (Kab.Kupang) dan pertandingan ke dua Sikka Selection membantai Persab (Belu) 5-1.

Pembukaan Copa NTT 8 agustus 2017, penonton terpesona dengan penampilan Lembata FC vs Persim Manggarai. Pertandingan pembukaan yang layak disajikan panitia untuk turnamen sebesar Copa NTT dengan total hadiah sebesar 130 juta. Ada duo Diaz (Piter dan Dion) yang menjadi tulang punggung tim yang tampil menghipnotis penonton kala itu. Sedangkan Persim Manggarai tampil sebagai tim panzer dengan kekuatan power dan endurance yang apik.

Lupakan Lembata dengan duo Diaznya, kita beranjak ke partai semi final, Sikka Selection vs Persab Belu. Partai ini bisa dikatakan yang terbaik selama Copa digulirkan, ditandai tendangan bola oleh Staff Khusus Presiden RI Komjen Pol (Pur) Gories Mere di Stadion Ciracas. Menarik dan dikatakan terbaik karena selama 2 x 45 menit kedua kesebelasan bermain dengan teknik dan kualitas yang baik, tak satupun kartu yang keluar dari kantong Wasit.

Duel dua play maker berkualitas, Andreas C Ado di Sikka Selection dan Andrikus di Persab patut menjadi perhatian para penggemar bola yang menyaksikan pertandinagan ini. Sebagai pemain yang dibesarkan di SSB Asiop, Andreas layak disebut man of the match.

Anak muda kelahiran 15 Maret 1997 punya jam terbang diberbagai even kelompok umur, seperti Festival Arsenal Soccer U-12 di Inggris, Danone Cup, Asiop antar klub di Swedia, Timnas Pelajar U 16 di Thailand, Timnas Pelajar U 18 Asian School Football di Solo,dan yang paling berkesan sempat membawa Persami Juara Eltari dan mendapat predikat pemain terbaik. Sebaliknya Andrikus yang memulai karir sepakbolanya di Seminari masih kalah dalam skill dan visi bermain. Andre beruntung karena ditopang pemain yang merata di skuad Sikka Selction, beda dengan Andrikus yang hanya bekerja sendiri.

Mencetak 2 gol, 3 assist dan satu membuahkan gol berkat kerjasamnya dengan Martin Pati membuktikan Andre sebagai gelandang serang yang produktif, punya visi bermain. Predikat sebagai "man of the match" dalam laga semi final layak disandangnya.

Karir sepak bola Andre masih panjang, kedepan perlu dicarikan klub professional di Liga Indonesia jika ia ingin bersaing dengan nama-nama yang saat ini bercokol di Timnas U 23 seperti M.Hargianto, Asnawi Mangkualam Bahar, Hanif Abdurrauf, Evans Dimas, Septian David Maulana, Febri Hariyadi, Osvaldo Hay, Saddil Ramdani dan masih banyak nama yang bercokol di Timnas PSSI U 19 dan U 23.

Melihat kematangan dan visi bermainnya, mutiara dari Maumere Anre akan menjadi salah satu bintang masa depan menyusul seniornya Yabes Roni, anak muda asal Alor yang saat memperkuat Timnas U 23 dibawah arahan Coach Indra Safri. Remaja 20 tahun yang merupakan putra dari Yonas Ado Manejer Tim Sikka Selection, saat ini memperkuat tim Pelajar U 20 Kemenpora dibawah asuhan Coach Maman. Tidak bisa dipungkiri Copa NTT kali ini bisa melahirkan remaja-remaja yang akan tampil di pentas sepakbola nasional seperti Erik Wekang, Mantho Lamo, Freitas, Didiomus Efendi Bulu dan beberapa nama yang terjaring dalam tim pemandu bakat Copa NTT. (FW)

Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved