Patut Dicontoh, Pemuda Katolik Flotim Dampingi Poktan Buat Pupuk Organik

Ini salah satu kegiatan positif yang dilakukan pemuda katolik di Kabupaten Flores Timur

Penulis: Felix Janggu | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Feliks Janggu
Pemuda Katolik Flotim pose bersama kelompok tani Johar Lohayong Kota Larantuka Flores Timur Sabtu (21/10/2017) 

Laporan wartawan Pos Kupang, Feliks Janggu

POS KUPANG.COM, LARANTUKA - Divisi Pemberdayaan Pemuda Katolik Flores Timur mendampingi pertama kali kelompok tani (Poktan) untuk pembuatan bokashi, pupuk berbahan organik.

Kelompok Tani Johar Keluruhan Lohayong, Kota Larantuka mendapatkan kesempatan pertama didampingi pemuda Katolik Sabtu (21/10/2017).

Mereka bersama-sama mengumpulkan dedaunan, mengolahnya menjadi pupuk. Poktan Tani Johar selanjutnya diharapkan menjadi pioner penggunaan Pupuk organik.

Bahkan setelah pelatihan diharapkan agar mereka memproduksi pupuk organik lebih banyak dan bisa dijual kepada kelompok tani yang lain.

"Pupuk organik ini efektif meningkatkan produktivitas pertanin, tapi serentak menjaga kelestarian lingkungan lahan pertanian," kata Yuven Making, Ketua Divisi Pemberdayaan Pemuda Katolik Flotim di sela kegiatan.

Harap Yuven kegiatan ini dapat mendekatkan Pemuda Katolik dengan masyarakat petani.

Yuven mengungkapkan tantangan petani Flotim di masa depan yakni adaptasi terhadap perubahan iklim, kerentanan perilaku dan pilihan pola pertanian.

Harap Yuven, dengan pelatihan pembuatan pupuk Bokashi, petani lebih siap menjawab perubahan iklim dan menerapkan pola bertani ramah lingkungan.

Ketua Poktan Johar Lohayong Elis Kabelen berterimakasih kepada Pemuda Katolik Cabang Flotim.

Ia mengharapkan agar pemuda-pemuda lainnya di Flotim juga mampu mengedukasi masyarakat dengan aksi nyata mereka yang bernilai positif.

"Saya mengharapkan agar seluruh pemuda yang ada di Flotim haruslah seperti teman-teman di Pemuda Katolik yang bisa memberdayakan dan mengubah permasalahan yang dihadapi masyarakat saat ini," kata Elis.

Tokoh masyarakat Lohayong Hironimus Rosi Lewar mengatakan orang muda potensial haruslah peka terhadap permasalahan anak sekitarnya.

"Anak muda yang berpotensi, anak muda yang mampu mengubah situasi masyarakat melalui aksi- aksi nyata yang memberdayakan," kata Rosi Lewar.

Ia mengapresiasi inisiatif pemuda Katolik Flotim mendampingi kelompok tani Lohayong.

"Sekali lagi saya katakan anak muda yang berpotensi itu adalah anak muda yang mampu memberdayakan masyarakat sekitarnya," ungkap Rosi Lewar (*)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved