Mantan Bupati TTS Piet Sabuna Meninggal Dunia

Piet Sabuna adalah bupati pertama di NTT yang mendapat kepercayaan untuk pemberlakuan otonomi daerah.

Mantan Bupati TTS Piet Sabuna Meninggal Dunia
istimewa
Piet Sabuna

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Novemy Leo

POS-KUPANG.COM | SOE - Mantan Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Piet Sabuna meninggal dunia, Kamis (19/10/2017) malam.

Piet Sabuna menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Prof. Dr. WZ Johanes Kupang.

Jenazah Piet Sabuna dibawa keluarga ke SoE, TTS untuk dimakamkan.

Kematian Piet Sabuna dibenarkan Bupati TTS, Paul Mella dan anggota DPRD TTS, Roy Babys.

Paul Mella memiliki kesan terhadap Piet Sabuna.

Menurut Paul Mella, Piet Sabuna adalah bupati pertama di NTT yang mendapat kepercayaan untuk pemberlakuan otonomi daerah.

"Beliau mampu mempersiapkan TTS menjadi daerah percontohan pertama sebagai daerah otonomi di NTT. Saya lihat beliau berhasil mewujudkan otonomi daerah padahal NTT saat itu masih kental dengan budaya. Beliau mempersiapkan TTS dengan baik untuk pelaksnaaan UU Otonomi daerah," kata Paul Mella, Jumat malam.

Menurut Paul Mella, Piet Sabuna selalu berupaya meningkatkan SDM ASN. Beliau memberikan kesempatan bagi ASN untuk melanjutkan pendidikan S1, S2 pada berbagai disiplin ilmu di beberapa kampus di Kupang, Jawa dan Bali.

Jenazah Piet Sabuna disemayam di rumah duka
Jenazah Piet Sabuna disemayam di rumah duka (istimewa)

"Beliau sangat fokus persiapkan SDM ASN," ujarnya.

Paul Mella ingat setelah menamatkan pendidikan S1 dia bekerja di Kalabahi, Kabupaten Alor.

Saat itu TTS dipimpin Piet Tallo dan Piet Sabuna sebagai Sekda.

Piet Sabuna memanggil Paul Mella pulang untuk mengabdi di TTS karena waktu itu sarjana asal TTS sangat kurang.

Paul Mella akhirnya pulang ke SoE.

"Saya lalu diberikan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan S2," katanya.

Hal lain yang diajarkan Piet Sabuna, lanjut Paul Mella, ASN harus selalu menunjukkan identitasnya saat bertugas di kota maupun di desa.

"Saat melaksanakan tugas, harus kenakan atribut. Papan nama harus ada sehingga jelas terlihat dan masyarakat bisa tahu nama yang bersangkutan. Kata pak Piet Sabuna, dengan mengenakan baju seragam dan papan nama agar kita bisa dikenal dan dikenang. Kami juga diingatkan untuk dekat dengan masyarakat dan melayani masyarakat dengan hati," kenang Paul Mella.

Roy Babys mengatakan Piet Sabuna merupakan sosok bapak yang dekat dengan anak-anak.

"Kami masih bersaudara dan rumah kami bersebelahan. Saya lihat sesibuk apapun beliau, jika pulang ke rumah, beliau masih menyempatkan diri untuk bermain dengan anak-anaknya," ujar Roy Babys, Jumat malam.

Politisi PKB ini ingat, saat Piet Sabuna menjabat Bupati TTS, rumah jabatan tidak penah dijaga ketat.

Rujab selalu terbuka untuk siapa saja yang ingin datang berdialog dengan beliau.

Roy Babys mengatakan, pelajaran yang bisa diambil dari almarhum Piet Sabuna, yakni bagaimana memperjuangkan dan mensejahterakan masyarakat TTS.

Piet Sabuna juga membangun tugu dan sejumlah simbol tiga jari yang ada di berbagai tempat di Kota SoE.

"Simbol tiga jari yang menandakan tiga daerah swaparaja di TTS yakni Amanuban, Amanatun dan Molo. Itu karya almarhum Piet Sabuna," tutur Roy Babys.(*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved