Berita Timor Rote Sabu

VIDEO:Pengerjaan Bronjong oleh PT. Batara Karya Tak Bisa Selamatkan Rumah Milik Warga Fatubenao

Tak hanya itu, di sisi kiri dan kanan juga tidak ada bronjong sehingga tetap berbahaya jika hujan tiba.

Laporan Wartawan Pos-Kupang, Edy Bau

POS-KUPANGCOM | ATAMBUA -- Pada bulan Juni 2017 lalu warga Kelurahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua yang tinggal dekat Kali Talau merasa gembira karena mulai ada aktifitas pengerjaan bronjong pada bagian yang longsor.

Salah satu warga yang turut gembira adalah Marsel Basu yang rumahnya persis berada di pinggir tebing dan rumahnya nyaris terbawa longsor.

Dia gembira karena kekuatirannya selama ini bakal hilang setelah ada bronjong.

Namun ini, setelah pekerjaan dilakukan, Marsel justru merasa kesal dan kecewa.

Pasalnya, bronjong yang dikerjakan oleh PT. Barata Karya menggunakan dana APBN Murni tahun 2017 sebesar Rp 7,6 miliar rupiah ini tidak sampai menutup semua bagian yang mengancam rumahnya.

Pantauan Pos Kupang, Kamis (19/10/2017), masih tersisa sekitar satu meter antara bronjong dan pondasi rumah milik Marsel.

Dalam jarak ini, terdapat jurang sedalam tiga meter. Tak hanya itu, di sisi kiri dan kanan juga tidak ada bronjong sehingga tetap berbahaya jika hujan tiba.

"Tadi malam longsor lagi setelah hujan kemarin sore. Kami tidak tahu kerja model apa begini," kata Marsel ketika ditemui Pos Kupang, Kamis (19/10/2017).

Menurutnya, harusnya sisa satu meter dengan kedalamam tiga meter dan panjang sekitar 10 meter itu ditutupi dengan bronjong sehingga bisa menyanggah dasar rumahnya yang sudah menggantung pada bibir jurang.

"Kami jelas kecewa karena pekerjaan belum tuntas tapi semua sudah pergi. Rumah mulai retak-tetak karena posisi tetap menggantung," ujarnya.

Marsel berharap, pemerintah menegur kontaktor pelaksana agar menuntaskan pekerjaan yang masih tersisa.

Untuk diketahui, proyek bronjong Kali Talau ini masuk dalam program pembangunan sarana/prasarana pengendalian banjir Sungai Talau 0,30 kilometer dari Balai Wilayah Sungai Nua Tenggara II. Proyek ini didanai APBN Murni tahun 2017 sebesar Rp 7.963.653.000.

Kontraktor pelaksana PT. Batara Karya dengan jangka waktu selama 210 hari. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved