Tata Ruang Kabupaten Kupang
Bupati Kupang Tak Mau Oelamasi Dipenuhi Tembok-tembok
Pak Bupati tak mau Oelamasi itu dipenuhi tembok-tembok kantor atau gedung lainnya.
Penulis: Benny Dasman | Editor: Benny Dasman
- Laporan Wartawan Pos Kupang, Benny Dasman
KUPANG, POS KUPANG.COM-- Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten Kupang, Stef Baha, menjelaskan, dalam momen merayakan hari jadinya yang ke-11 tahun 2017 ini, Pemkab Kupang terus menata Oelamasi menjadi ibu kota yang representatif.
Penataan dimaksudkan tidak mengabaikan potensi-potensi lokal seperti pohon-pohon lontar yang selama ini turut memperindah Oelamasi.
"Pak Bupati tak mau Oelamasi itu dipenuhi tembok-tembok kantor atau gedung lainnya. Untuk menata Kota Oelamasi, kita tidak membabat pohon-pohon lontar atau pohon tuak yang sudah ada. Kita menanam pohon-pohon perindang lainnya untuk memberi warna dan menguatkan pencitraan penataan bersama pohon-pohon yang sudah ada. Jadi, jangan bandingkan penataan Oelamasi dengan kota-kota lainnya," tegas Stef.
Kepada Pos Kupang.Com di Kupang, Selasa (17/10/2017), Stef tidak sependapat dengan penilaian orang bahwa keberadaan Oelamasi tidak berdampak pada peningkatan ekonomi warga karena Oemalasi bukan pusat pertanian atau lahan persawahan.
"Kalau ada penilaian kita belum memberi ruang untuk kuliner di Oelamasi, masih bisa kita terima, untuk kita perhatikan ke depan," tutur Stef.
Untuk diketahui, mulai besok, Rabu (18/10/2017) hingga Kamis (26/10/2017), Oelamasi akan menjadi pusat keramaian dan bakal dikunjungi ribuan warga untuk menyaksikan pentas seni, pameran, pacuan kuda, olahraga dalam rangka memeriahkan HUT ke-11 Oelamasi menjadi ibu kota Kabupaten Kupang. *
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/polemik-pdam-kabupaten-kupang_20161201_102635.jpg)