Loloskan Atlet Sebanyak Mungkin dari Ajang PORProv NTT 2018

PORProv salah satu item untuk mengetahui sesungguhnya sejauhmana kemampuan dan kesiapan NTT, juga sebagai ajang menyeleksi kembali atlet,

Loloskan Atlet Sebanyak Mungkin dari Ajang PORProv NTT 2018
ISTIMEWA
Ketua Umum KONI NTT, Drs. Frans Lebu Raya da Ketua Harian KONI NTT, Ir. ANdre W Koreh, MT, saat mendampingi atlet kempo Indonesia (NTT) di Shorinji Kempo World Taikai, di San Mattew, California Amerika Serikat, bulan Agustus2017 lalu. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Ferry Ndoen

POS KUPANG.COM - KONI NTT akan menggelar rapat koordinasi teknis (Rakornis) bersama KONI kabupaten/kota dan pengurus provinsi (pengprov) cabor, di Sotis Hotel. Rakornis digelar KONI NTT dalam rangka Pekan Olahraga Provinsi (PORProv) NTT tahun 2018 sekaligus rangkaian HUT ke 79 KONI tanggal 15 Oktober.

" PORProv 2018 bukan sekedar agenda rutin, namun ajang strategis guna mendorong kekuatan atlet NTT menjelang Pra PON 2019. Setelah PORProv diikuti Pra PON 2019 sehingga rakornis bersama KONI kabupaten/kota dan pengprov cabor pada Senin, 16 Oktober 2017 sangat strategis dan penting.

Saya sebagai Ketua Harian KONI NTT berharap cabor jujur terhadap kondisi dan kemampuan atlet untuk kita dorong mereka. Jika lolos PORProv kita dorong serta fasilitasi atlet ke Pra PON," tegas Ketua Harian KONI NTT, Ir. Andre W Koreh, MT, saat ditemui di Kupang, Jumat (13/10/2017).

Andre menegaskan, target dari pelaksanaan PORProv NTT 2018 agar bisa meloloskan atlet sebanyak-banyaknya ke Pra PON dan PON 2020. "Ini target menantang bagi cabor dan atlet binaanya.
Bagaimana bisa loloskan atlet sebanyak mungkin, semua berpulang pada cabor bersangkutan. Perlu konsolidasi yang baik karena untuk meraih perstasi ada begitu banyak bagian variabel yang ikut menentukan," ujarnya.

Tentang cabor yang dipertandingkan hingga 20 cabor, Andre menegaskan hal itu sesuai hasil rakerda.

"PORProv salah satu item untuk mengetahui sesungguhnya sejauhmana kemampuan dan kesiapan NTT, juga sebagai ajang menyeleksi kembali atlet, dan ajang persiapan menuju Pra PON 2019. Kriteria kita cuma satu, yakni melolokan atlet sebanyak- banyaknya ke PON 2020," paparnya.

Karena itu, panitia akan buat PORProv menjadi ajang selektif untuk memunculkan atlet berprestasi. Nanti ajang PORProv dirancang secara standart seperti di Pra PON.

"Atlet saat bertanding di PORProv merasa seperti sedang tanding di Pra PON sehingga nantinya tidak kaku atau demam panggung. Jika di PON 2020 dipertandingkan 30 cabor maka kita harapkan atlet NTT dari 20 cabor bisa lolos atlet sebanyak mungkin ke PON 2020. Seluruh strategi dimulai dari PORProv 2018. Panitia akan mengkondisikan bagaimana PORProv sama seperti ajang Pra PON sehingga rakornis pada Senin sangat strategis dan menentukan baik cabor juga atlet masing-masing. KONI sifatnya hanya koordinatif karena yang punya atlet adalah KONI kabupaten dan cabor," pungkasnya. (fen)

Ketua Umum KONI NTT, Ds. Frans Lebu Raya dan Ketua Harian KONI NTT, Ir. Andre W Koreh,MT bersama atlet peraih medali di Kejuaraan Dunia Kempo di San Mattew, California, Amerika Serikat, akhir bulan Agustus 2017 lalu.
Ketua Umum KONI NTT, Ds. Frans Lebu Raya dan Ketua Harian KONI NTT, Ir. Andre W Koreh,MT bersama atlet peraih medali di Kejuaraan Dunia Kempo di San Mattew, California, Amerika Serikat, akhir bulan Agustus 2017 lalu. (ISTIMEWA)
Penulis: Ferry Ndoen
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved