Kamis, 9 April 2026

Mahasiswa FMIPA Unwira Kupang Sebut Kerang Laut Berkurang

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir masyarakat harus menggunakan perahu dan sampan untuk masuk kelaut mencari kerang.

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Alfons Nedabang
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Mahasiswa FMIP Kimia Unwira Kupang saat memaparkan materi, Sabtu (7/10/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang.com, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kerang laut di pantai Kota Kupang semakin berkurang.

Dalam kurun waktu 5 tahun terakhir masyarakat harus menggunakan perahu dan sampan untuk masuk kelaut mencari kerang.

Hal itu diungkapkan oleh beberapa mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) saat memaparkan materi saat seminar tentang Pengembangan Industri Lokal Melalui Optimalisasi Potensi Alam Di NTT, Sabtu (7/10/2017).

Kondradus Elvis Gou Uko menjelaskan, dalam lima (5) tahun terakhir masyarkat pesisir pantai Kota Kupang mengalami kemunduran untuk mencari kerang laut.

Baca: Tak Biasa! Lagu Indonesia Raya Bergema di Pesta Pernikahan Orang Ini. Istimewa!

"Ini dikarenakan kerang yang dulunya dipinggir pantai sekarang masyarakat harus masuk ke laut untuk bisa mendpatkannya. Sedangkan banyak masyrakat yang tidak memiliki sampan dan perahu. Sehingga mereka beralih profesi," ungkap Elvis saat memaparkan materi tentang Potensi Kerang di Kota Kupang.

Daniel Tue, pemakalah lainnya mengatakan, potensi kerang sangat bagus untuk gizi dan pemanfaatan dibidang kesehatan. Maka dari itu diupayakan untuk bisa menjaga biota laut dan bisa budidaya kerang.

"Manfaat kerang itu antaralain, mencegah stroke, mengatasi anemia, mengjaga sistem saraf, membentuk dan merawat otot, menjaga kesehatan kulit, meningkatkan sistem kekebalan tubuh serta mencegah osteoporosis," sebut Tue.

Baca: Sssst, Ternyata 5 Makanan Ini Bisa Sebabkan Mimpi Aneh Loh. Jangan Sering Konsumsi Ya

Ia mengatakan, sampel A pantai Lasiana 13,56%, sampel B itu pantai Pasir panjang sebesar 13% dan sampel C pantai Oeba sebesar 18,6%.

"Jadi dapat disimpulkan kualitas laut di Kota Kupang mulai mengalami pencemaran akibat dari aktivitas manusia yang kurang bertanggung jawab. Hal ini berdampak pada kualitas biota laut menurun," papar Tue.(*)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved