Parah! Pejalan Kaki Sering Ditabrak di Jalan Timor Raya. Ini alasannya

Ini penjelasan warga mengapa sering terjadi, pejalan kaki ditabrak kendaraan bermotor di Jalan Timor Raya

Parah! Pejalan Kaki Sering Ditabrak di Jalan Timor Raya. Ini alasannya
Pos Kupang/Robert Ropo
Ini contoh Jalan tanpa drainase yang masih banyak di temukan di NTT 

Laporan wartawan Pos Kupang, Hermina Pello

POS KUPANG.COM,KUPANG - Jalan Timor Raya ternyata hanya memiliki trotoar di Kelurahan Pasir Panjang saja. Itupun hanya di sekitar kompleks Brimob sampai jembatan, tepatnya mulai dari restoran in and out sampai ke dekat jembatan.

Sedangkan untuk drainase, pantauan Pos Kupang saluran drainase tidak tersedia di sepanjang jalan.

Pantauan dari pertigaan cabang Oesapa, saluran drainase tidak terlihat. Namun di dekat lokabinkra ada saluran drainase yang sementara dibuat dan saluran ini sampai ke dekat jembatan Oesapa.

Setelah jembatan Oesapa, mendekati peetigaan pulau indah baru terlihat adanya saluran drainase.

Dari pertigaan Pulau Indah tidak ada saluran drainase, saluran baru terlihat di depan Kantor Bosowa dan setelah itu tidak ada lagi drainase.

Di dekat pembuatan batako angkasa raya ada drainase hanya beberapa meter saja hingga sampai Jalan Gerbang Madia tidak ada lagi drainase.

Dari pertigaan Jalan Ainiba sampai jalan Selat Sawu ada drainase tapi tidak berfungsi karena saluran itu ada yang sudah dipenuhi tanah.

Warga Kelurahan Pasir Panjang, Adi Talli yang ditemui mengatakan sesuai dengan regulasi tentang jalan raya maka drainase dan trotoar merupakan bangunan pelengkap jalan raya sehingga seharusnya jalan harus ada drainase dan trotoarnya.

"Apalagi bagi jalan Timor Raya yang merupakan jalan Arteri Utama. Fasilitas bangunan pelengkap tersebut tentunya ada manfaatnya bagi masyarakat. Tidak adanya drainase sepanjang jalan Timor Raya menyebabkan saat musim hujan ada beberapa daerah yang tergenang dan menghambat aktifitas warga. Begitu pula dengan trotoar, dengan tidak adanya trotoar maka pengguna jalan khususnya pejalan kaki akan menggunakan badan jalan," katanya.

Hal ini tentunya, kata Talli, dapat menyebabkan terjadinya kecelakan bagi pejalan kaki dan ini tentu merugikan warga yang berjalan kaki.

Pemerintah seharusnya mulai merencanakan pembangunan saluran drainase mengingat dengan berkembangnya pembangunan di kota ini daerah resapan mulai sangat berkurang sehingga air hujan akan mengalir ke jalan raya. (*)

Penulis: Hermina Pello
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved