Berita Kota

TNI Polri dan Masyarakat Berbaur Nobar Film G 30 S/PKI

pemberontakan dan pengkhianatan PKI adalah ingin merongrong dan mengganti Ideologi Pancasila dengan Ideologi komunis.

TNI Polri dan Masyarakat Berbaur Nobar Film G 30 S/PKI
POS KUPANG/ANY TODA
TNI Polri dan Masyarakat Berbaur Nobar Film G 30 S/PKI

Laporan Wartawan Pos Kupang Maria.A.E.Toda

POS-KUPANG.COM,KUPANG--Suasana cukup ramai dan penuh kebersamaan antara keluarga besar TNI Polri dan masyarakat mewarnai pelaksanaan nonton bareng (Nobar) pemutaran Film Pengkhianatan G 30 S/PKI yang digelar Korem 161/Wira Sakti, Rabu (27/09/2017) bertempat di Lapangan Asrama TNI AD Kunino Kota Raja Kupang.

Sebelum pemutaran film tersebut, Danrem 161/Wira Sakti Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E.M.M, menyampaikan kata sambutan yang antara lain memaparkan sejarah singkat yang dilakukan Partai Komunis Indonesia pada tanggal 30 September 1965 dengan melakukan penculikan terhadap Tujuh Jenderal Terbaik TNI Angkatan Darat.

"PKI pada saat tanggal 30 September 1965 telah melakukan penculikan dan pembunuhan secara kejam terhadap Tujuh Jenderal TNI AD", ungkap Danrem.

Ditambahkan bahwa tujuan lebih besar dari pemberontakan dan pengkhianatan PKI tersebut adalah ingin merongrong dan mengganti Ideologi Pancasila dengan Ideologi komunis.

Pemutaran film tersebut dimaksudkan sebagai pembelajaran sejarah yang perlu diketahui generasi bangsa ini bahwa pernah terjadi peristiwa memilukan di negara kita.

Pantauan di lapangan ada sekitar 1500 orang menyaksikan pemuteran film ini yang banyak dari kalangan generasi muda yang memang belum pernah menonton film garapan sutradara Arifin C. Noer tahun 1984 silam.

Adi yang mengaku dari TTS mengatakan, film ini memberikan wawasan tentang PKI yang menjadi ancaman nyata bagi Bangsa Indonesia.

"Ini baru pertama kali saya menonton film PKI," sebut bapak berusia 45 tahun yang bekerja sebagai wirawasta tersebut.

Sama halnya dengan Adi, Ratih Hegeraja juga baru pertama kali nonton film sejarah tersebut.

Gadis kelahiran Tahun 1998 tersebut mengaku belum pernah mendapatkan pelajaran sejarah pemberontakan PKI semasa duduk di bangku sekolah.

"Saya juga baru pertama kali menonton dan belum pernah tahu tentang pelajaran sejarah pemberontakan PKI", tuturnya.(*)

Penulis: Maria Enotoda
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved