Simpan Jauh-Jauh Rasa Malu Bila Ingin Melestarikan Budaya
Melestarikan budaya sendiri bukan sesuatu yang jelek. Ini yang dilakukan Mahasiswa asal Sumba Barat
Penulis: Andri Atagoran | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran
POS KUPANG, KUPANG - Tepuk tangan undangan terdengar di bawah tenda upacara Dies Natalis Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) Kupang, Rabu (27/9/2017) saat tujuh orang mahasiswa STAKN tampil membawakan tarian Kataga.
Para penari tampak piawai dengan gerakan tarian yang berasal dari Sumba Barat tersebut.
Sesekali keempat penari wanita melenggak-lenggok gemulai di antara tiga pria yang gagah memegang parang sambil memadukan dengan bunyi gong.
Satu di antara penari, Sarah Banyo (20) mengaku bangga saat menampilkan tarian tersebut di hadapan ribuan undangan yang hadir.
"Tentu saya sangat bangga, karena ini tarian daerah kami yang masih dapat kami lestarikan sampai sekarang," ungkap mahasiswa semester 3 STAKN Kupang, Jurusan Pendidikan Agama Kristen Ini.
Sementara itu penari lainnya, Jefri Natara mengatakan, dirinya merasa bertanggungjawab untuk melestarikan tarian tersebut.
"Ini tarian sudahb terkenal sampai ke dunia internasional sehingga seharusnya generasi muda dari Sumba jangan malu-malu untuk melestarikannya," kata Jefri. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/tarian-kataga_20170927_143607.jpg)