Berita Timor Rote Sabu

Jaksa Sudah Kumpul Data dan Keterangan Terkait Pengadaan Sapi di Desa Tohe-Belu

"Setelah kita turun, itu masih dalam tenggang waktu proyek makanya kita pending dulu," ungkapnya.

Jaksa Sudah Kumpul Data dan Keterangan Terkait Pengadaan Sapi di Desa Tohe-Belu
POS KUPANG/EDY BAU
Kajari Belu, Rivo Medellu 

POS KUPANG/EDY BAU--Kajari Belu, Rivo Medellu

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA--Program pengadaan sapi di Desa Tohe, Kecamatan Raihat sudah menjadi target "bidikan" kejaksaan negeri (Kejari) Belu.

Semenjak diberitakan adanya dugaan mark up harga pembelian sapi yang menggunakan dana desa tahun 2017 tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Belu langsung memerintahkan anggotanya turun melakukan pengumpulan data dan keterangan di desa.

"Kita sudah turun ke lapangan," kata Kajari Belu, Rivo Medellu saat dikonfirmasi Pos Kupang, Selasa (26/9/2017).

Dari hasil di lapangan, lanjut Medellu, pengadaan sapi itu masih dalam tenggang waktu proyek sehingga belum bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

"Setelah kita turun, itu masih dalam tenggang waktu proyek makanya kita pending dulu," ungkapnya.

Sebelumnya diberitakan, Salah satu tokoh masyarakat Desa Tohe, Ambros Besin mengatakan, sapi yang dibagikan kepada warga desa Tohe itu terlalu kecil untuk ukuran sapi seharga Rp 5,5 juta.

"Biasanya sapi kecil seperti ini orang jual Rp 2 jutaan dan paling tinggi Rp 3 juta. Ini terlalu kecil," ujarnya.(*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved