Tak Ada Penampungan Hewan Karantina, Pelabuhan Marapokot Rawan Penyelundupan

Pelabuhan Maropokot rawan penyelundupan hewan. Pasalnya, tak ada penampungan hewan karantina.

Tak Ada Penampungan Hewan Karantina, Pelabuhan Marapokot Rawan Penyelundupan
POS KUPANG/ADIANA AHMAD
Ratusan ekor sapi di Pelabuhan Maropokot yang hendak dikirim ke Banjarmasin, Jumat (23/9/2017), digagalkan KP3L Maropokot karena dokumennya bermasalah. 

Ia mengatakan, kalau semua aturan diterapkan, tidak ada ternak yang bisa kirim melalui Pelabuhan Maropokot karena tidak ada penampungan ternak Karantina.

Penampungan ternak itu, katanya, disiapkan pemerintah, baik pemerintah daerah maupun dari Karantina.

Kepala KPPPL Maropokot, Daud Ahmad Suele, yang dikonfirmasi, Sabtu (23/9/2017), juga menegaskan, jika merujuk pada aturan yang berlaku, Pelabuhan Maropokot tidak layak sebagai pintu keluar pengantarpulauan ternak.

"Selama ini yang dipertimbangkan kepentingan masyarakat. Sesuai aturan, harus ada penampung Karantina dan ada ketetapan aset terhadap ternak yang akan dikirim. Kalau kita terapkan aturan ini secara utuh, tidak ada ternak yang bisa dikirim melalui Pelabuhan Maropokot," kata Daud.

Soal ternak yang sempat ditahan Jumat siang, tapi dilepas menuju Banjarmasin, Sabtu dini hari, Daud mengatakan, kebijakan itu diambil atas perintah Kapolres Ngada, AKBP Firman Affandi, S.IK.

Firman yang dikonfirmasi Sabtu siang mengungkapkan alasannya melepas 100 ekor sapi tanpa hasil uji lab sampel darah tersebut.

"Pertimbangannya adalah karena kita belum ada karantina di pelabuhan tetsebut. Kasihan dia, hewan sudah mati satu ekor karena lama menunggu. Namun dia tetap saya berikan teguran keras. Sekali lagi masih seperti ini akan ada sanksi," kata Firman. (*)

Penulis: Adiana Ahmad
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved