Ini Yang Bikin Suasana Pembukaan FLS2N Berbeda

Ini yang menarik dari pembukaan kegiatan FLS2N di Ballroom Milenium Kupang, Senin (25/9/2017)

Penulis: Maria Enotoda | Editor: Marsel Ali
Pos Kupang/Maria A.E. Toda
Gubernur NTT Frans Leburaya meresmikan pembukaan kegiatan FLS2N dengan cara memetik sasando bersama Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Kemendikbud Hamid Muhamad P.h, dan Ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno di Millenium Ballroom Senin 25/9/2017 

Laporan Reporter Pos Kupang, Maria A.E.Toda

POS KUPANG.COM, KUPANG - Acara pembukaan kegiatan FLS2N yang digelar di Millenium Ballroom, Senin (25/9/2017) dibuka oleh Gubernur NTT Frans Leburaya dengan cara yang tidak biasa.

Biasanya pembukaan acara dilakukan dengan memukul gong tetapi kali ini ditandai dengan sesuatu yang berbeda tentunya khas NTT.

Petikan alat musik sasandolah yang membuat suasana pembukaan kegiatan menjadi berbeda.

Saat dipersilahkan oleh MC untuk membuka kegiatan, Gubernur Frans Leburaya langsung diarahkan pada sebuah sasando yang dipegang wanita perkaian adat Rote.

Setelah memetikan 2 kali sasando tersebut tepuk tangan peserta pun menjadi pengikut dan resmilah kegiatan FLS2N yang digelar di 2 tempat sekaligus yaitu Kupang dan Surabaya ini.

Selain petikan sasando, Konsep panggung sendiri menjadi perhatian. Konsep ini merupakan hasil gabungan dari gaya modern dan tradisional.

Hal ini disampaikan pemilik EO NTTnesia Communication Ivan Rondo saat ditemui di millenum ballroom Senin 25/9/2017.

' Tradisional ditandai dengan penggunaan motif tenun di sisi kanan dan kiri panggung dan juga maskot FLS2N Yaitu komodo yang memakai Ti'i langga, dan ornamen sasando. Selain itu gaya modern ditunjukan dengan ditempatkannya layar LCD besar di tengah-tengah tenun dan juga pemasangan lokasi Photo Boots yang menyajikan pemandangan pulau padar,'' ujar Ivan. (*)

Sumber: Pos Kupang
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved