Tahun Baru Hijriyah - Jogja, Solo, dan Semarang Punya Perayaan yang Super Unik
Nah, tepat di tanggal 1 Suro ini, dalam kalender Jawa bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriyah.
POS-KUPANG.COM - Hari ini, Kamis, (21/9/2017), merupakan Tahun Baru Hijriyah 1 Muharam.
Bagi masyarakat Indonesia sendiri khususnya Jawa, mengenal tahun baru ini dengan sebutan Suro.
Mengapa demikian? Yups, satu Suro merupakan hari pertama dalam kalender Jawa.
Nah, tepat di tanggal 1 Suro ini, dalam kalender Jawa bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriyah.
Ada keunikan yang terjadi di setiap tanggal satu Suro di beberapa wilayah di Indonesia.
Berbagai event tahunan selalu digelar sebagai bagian dari tradisi adat yang ada di daerah tersebut.
Well, yuk simak keunikan tradisi dalam memeriahkan tahun baru Hijriah yang sakral dan selalu bikin para turis penasaran.
1. Yogyakarta
Acara malam satu suro dilaksanakan di Keraton Yogyakarta, dengan melakukan iring-iringan kirab.
Rombongan iring-iringan ini biasanya membawa keris dan benda pusaka lainnya yang diaggap sakral dengan mengelilingi benteng keraton.
Tradisi unik ini populer dengan nama mubeng benteng, yang mengharuskan para peserta kirab berjalan tanpa bersuara.
2. Surakarta atau Solo
Di Keraton Kesultanan Surakarta, juga menggelar acara serupa namun perbedaanya melibatkan hewan kerbau.
Eits, Kerbau kirab ini bukan sembarangan, melainkan kerbau bule keturunan Kyai Slamet.
Mengapa harus kerbau bule? Dalam buku babad Solo karya Raden Mas (RM) Said, leluhur kerbau bule adalah hewan kesayangan Sultan Paku Buwono II.
3. Semarang
Di Semarang kamu akan mendapati perayaan Satu Suro dengan penuh kemeriahan.
Kegiatan yang disebut 'kembul bujana' atau menyantap tumpeng secara bersama-sama ini menyemarakkan pergantian tahun baru Hijriah.
Sekitar 150 tumpeng lengkap dengan berbagai lauk pauk yummy siap menggoyang lidah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/hewan-untuk-perayaan-1-muharam_20170922_011159.jpg)