Bupati Malaka Minta Jangan Gaduh Soal Siapa Pengganti Wakil Bupati Malaka

Bupati Malaka, dr Stef Bria Seran menjelaskan soal siapa pengganti wakil bupati Malaka mendatang

Bupati Malaka Minta Jangan Gaduh Soal Siapa Pengganti Wakil Bupati Malaka
POS KUPANG/DION KOTA
Bupati Malaka Stef Bria Seran sedang berbicara kepada awak media beberapa waktu lalu 

Laporan wartawan Pos Kupang, Dion Kota

POS KUPANG. COM, BETUN - Bupati Malaka, dr. Stefanus Bria Seran menegaskan, negara RI telah membuat aturan yang mengatur mekanisme dalam pengisian Wakil Bupati Malaka pasca meninggalnya Drs. Daniel Asa.

Dirinya meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak membuat kegaduhan terkait siapa pengganti Almarhum Drs Daniel Asa.

"Jika tidak tahu tanya. Jika tidak mengerti baca. Jangan omong yang hanya buat gaduh suasana dan melukai hati keluarga almarhum yang masih berduka. Negera kita adalah negara yang besar yang sudah membuat aturan terkait tata cara pengisian jabatan wakil bupati. Jangan asal omong," tegas Bupati Stef dengan nada tinggi, Rabu (20/9/2017) malam dalam acara syukuran tiga hari almarhum Wakil Bupati Malaka, Drs. Daniel Asa.

Kewenangan untuk mengusulkan nama pengganti, lanjut Bupati Stef, ada di tangan partai pengusung paket SBS-DA yaitu, PDIP, Golkar, Nasdem dan Demokrat. Empat partai pendukung paket SBS- DA akan berunding dan memberikan dua nama kepada bupati sebagai calon pengganti.

Selanjutnya, Bupati akan memberikan dua nama tersebut kepada DPRD untuk selanjutnya dilakukan pemilihan untuk menentukan siapa yang akan dipilih sebagai wakil bupati Malaka.

"Pasca masa berkabung ini saya akan melakukan konsultasi ke empat partai pengusung untuk membicarakan terkait calon yang akan mengisi jabatan wakil bupati. Pastinya, sosok calon yang diusulkan harus bisa bekerja kompak dengan bupati," pungkasnya.

Bupati Stef juga akan membentuk tim khusus untuk melakukan konsultasi ke pusat terkait aturan dan mekanis dalam pengisian jabatan wakil bupati.

Hal ini untuk mencegah terjadinya multi tafsir terhadap peraturan perundang-undangan.

Mantan kepala dinas kesehatan provinsi NTT selama 13 tahun ini menegaskan, jika jabatan Bupati dan Wakil bupati adalah hasil perjuangan bukan hasil pemberian.

Perjuangan untuk meyakinkan rakyat bahwa paket SBS - DA jika terpilih akan melakukan pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan dan menyelesaikan persoalan rakyat.

"Terhitung hari ini saya dan almarhum pak Dan masih punya waktu 1.257 hari sebagai bupati dan wakil bupati Malaka terpilih. Sejauh ini, saya dan pak Dan sudah membuktikan kepada rakyat jika kami selalu bekerja untuk rakyat," sebut pria berkaca mata ini. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved