Berita Kota

Aneka Kegiatan Mahasiswa KKN Undana di Desa Fohoeka Kecamatan Nanaet-Nuabesi Kabupaten Belu

Rangkaian kegiatan mahasiswa KKN PPM ini mengusung tema Pemberdayaan Teman Sebaya Berbasis Remaja, Keluarga dan Masyarakat.

Aneka Kegiatan Mahasiswa KKN Undana di Desa Fohoeka Kecamatan Nanaet-Nuabesi Kabupaten Belu
istimewa
Para Mahasiswa Undana Foto Bersama di Desa Fohoeka Kabupaten Belu saat KKN. 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM, KUPANG --Sebanyak 32 orang Mahasiswa Kerja Kuliah Nyata (KKN) Universitas Nusa Cendana Kupang yang sedang melaksanakan program KKN di Desa Fohoeka Kecamatan Nanaet-Nuabesi Kabupaten Belu menggelar berbagai kegiatan aksi nyata.

Rangkaian kegiatan mahasiswa KKN PPM ini mengusung tema Pemberdayaan Teman Sebaya Berbasis Remaja, Keluarga dan Masyarakat.

Ketua KKN PPM Desa Fohoeka, Dion Olla Kepada Pos Kupang, Senin (11/9/201) sekitar pukul 20.00 Wita mengatakan, mahasiswa KKN di Desa Fohoeka selama kurang lebih dua bulan sudah melakukan berbagai kegiatan pememberdayaan.

Ini merupakan tanggungjawab yang harus dijalankan dalam melaksanakan program KKN PPM dari Undana.

"Program-program yang kami laksanakan ada banyak. Diantarnya program KIE(konseling, informasi dan edukasi dengan 4 sasaran yaitu anak-anak, remaja , masyarakat serta ibu-ibu Posyandu. Selain itu kami lakukan sosialisasi tentang Kesehatan Reproduksi remaja, tentang HIV/AIDS, Psikologi remaja,pencegahan kekerasan seksual pada anak serta Undang-undang perlindungan pada anak," jelas Dion Olla.

Dion Oll menjelaskan, setelah melakukan sosialisasi dilakukan pembagian leaflet, pemasangan poster dan teman-teman KKN membawakan drama singkat yang merangkum semua materi berkaitan dengan Kespro remaja. Drama itu dikombinasikan dengan bahasa daerah setempat yaitu Bahasa Tetun dengan tujuan agar siswa lebih mudah memahami materi terlebih khusus berkaitan dgn masalahn yang banyak dialami Oleh remaja masa kini," ungkap Dion Olla.

Ocik Prima, anggota KKN PPM Desa Fohoeka, menambakan, kegiatan pemberdayaan pada remaja berkaitan dengan kespro remaja tidak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan pembentukan PIK-R (pusat informasi dan konseling) di Sekolah Menengah Pertaman Negeri Laktutus.

Tujuan dibentuknya PIK yaitu agar siswa terpilih atau pengurus dapat mnjadi konselor sebaya bagi teman-temannya sehingga dapat menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan Kespro remaja.

"Prinsipnya adalah dari-oleh dan untuk remaja. PIK-R dibentuk dengan memilih siswa berprestasi atau memiliki potensi untuk menjadi konselor bagi temannya yaitu perwakilan 3 orang siswa dari masing-masing kelas sehingga berjumlah 16 orang," jelas Ocik yang juga sekretaris mahasiswa KKN PPM ini.

Ia menjelaskan, pada tahap yang pertama setelah pembentukan diberikan pengenalan tentang PIK, pengenalan tentang organ reproduksi dan fungsinya serta materi pubertas.

Pada tahap kedua dilakukan sosialisasi tentang dampak kekerasan seksual pada remaja, sosialisasi Napza, seksualitas dan HIV/AIDS.

"Kami mengajarkan mereka supaya bisa menjadi anak dan remaja yang bisa diharapkan oleh orangtua, keluarga, masyrakat serta bangsa dan negara," ujar gadis yang akrab disapa Ocik ini.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved