Celaka! Oknum Mahasiswa di Kupang Diduga Melakukan Sodomi

Hati-hati bila diajak orang tidak dikenal. Awas terjadi seperti yang dialami pelajar SMP ini

Celaka! Oknum Mahasiswa di Kupang Diduga Melakukan Sodomi
Pos Kupang/ant
Kekerasan terhadap anak, kekerasan anak, kdrt, korban kekerasan, anak ditampar (ANTARA News / Insan Faizin Mubarak)

Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote

POS KUPANG.COM, KUPANG - BVN (23), mahasiswa salah satu universitas swasta di Kota Kupang ditahan di sel Polresta Kupang Kota. Mahasiswa Fakultas Hukum semester 5 ini diduga melakukan pelecehan seksual sodomi terhadap LSN (14) pelajar salah satu SMP di Kota Kupang.

Kapolsek Oebobo, AKP Fajar Virgantara menyebutkan, pelaku ditahan di Polresta sejak hari Jumat (8/9/2017).

"Penahanannya memang di polresta tetapi kasus ini kita yang tangani," ujar Fajar, Minggu (10/9/2017) di Kupang.

Kasus sodomi ini berawal pada Selasa (5/9/2017) saat pelaku bersama satu rekannya mendatangi rumah korban. Saat itu, pelaku mengajak korban untuk pergi ke kosnya. Fajar melanjutkan, korban pun mengikuti ajakan pelaku.

"Setibanya di kos, pelaku bersama temannya mengajak korban untuk mengkonsumsi minuman keras. Tapi korban menolak, akhirnya pelaku dan temannya mengkonsumsi miras sebanyak 1 botol," ujar Fajar.

Setelah itu, teman pelaku pun pulang dan tinggal pelaku dan korban sendiri di kamar kos tersebut.

Fajar melanjutkan, pelaku memaksa melakukan hubungan badan namun korban menolak. Pelaku pun langsung menganiaya korban dengan cara menendang dan memukul.

Pelaku kemudian mengambil sebilah pisau di dapurnya dan mengancam korban. Korban yang merasa terancam dan kesakitan akhirnya menuruti kemauan pelaku.

"Tangan korban diikat menggunakan tali rafia dan selanjutnya pelaku melakukan sodomi terhadap korban. Setelah selesai melakukan tindakan itu, pelaku mengantar pulang korban sekitar pukul 04.30 Wita," tambahnya.

Pelaku kemudian mengirim pesan melalui sms kepada ibu korban bahwa ia menemukan korban dalam keadaan pingsan di samping Gereja Kuanino, Kota Kupang.

Keesokan harinya, Rabu (6/9/2017) sekitar pukul 08.00 Wita, korban mengantar jaket milik pelaku.

Setelah tiba di tempat kos, pelaku kemudian melakukan pelecehan seksual untuk kedua kalinya.

"Setelah pulang ke rumah sekitar pukul 11.00 Wita, sang ibu SPM (36) melihat tingkah laku korban sedikit berbeda dari biasanya dan korban juga tidak mau pergi sekolah. Setelah sang ibu mencari tahu akhirnya ia mengetahui kalau anaknya mengalami pelecehan seksual," ungkap Fajar.

Korban pun telah menjalani visum di Rumah Sakit Bhayangkara Drs Titus Ully, Kota Kupang. (*)

Penulis: Eflin Rote
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved