Berita Kota

Ini Kata Hati Juruslan Rangga Ndima dan Ernia Marselina Sahang Saat Ikut Seminar

mahasiswa semester IV Jurusan Agribisnis Faperta Undana ini mengaku bisa mendapat pencerahan dan ilmu

Ini Kata Hati Juruslan Rangga Ndima dan Ernia Marselina Sahang Saat Ikut Seminar
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Para peserta saat mengikuti seminar nasional pertanian 2017. 

Laporan Wartawan Pos-Kupang, Gordi Donofan

POS KUPANG.COM, KUPANG - Dua orang peserta yang mengikuti seminar nasional yang dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian Undana Kupang di Hotel T-More Kupang pada Kamis (7/9/2017) mengaku bangga dan senang bisa ambil bagian dalam seminar tersebut.

Juruslan Rangga Dima, mahasiswa semester IV Jurusan Agribisnis Faperta Undana ini mengaku bisa mendapat pencerahan dan ilmu yang dipaparkan oleh para narasumber.

"Mahasiswa sekarang itu minat untuk terjun kedunia pertanian semakin menurun. Tadi pak rektor mendorong para mahasiswa untuk betul-betul belajar lahan kering. Karena ini merupakan produk unggulan menuju taraf lahan kering internasional. Saya merasa tertarik sekali dengan seminar kali ini," ujar pria asal Sumba Timur.

Sementara Ernia Marselina Sahang, mengaku senang dan bangga ikut menjadi salah satu peserta dalam seminar nasional pertanian 2017.

Ia senang karena bisa mendapatkan berbagai macam ilmu dan teori yang dipaparkan oleh para narasumber.

"Yang menarik adalah dari seorang narasumber yaitu, Dr. Ir. Nurul Khumaida, M.Sc yaitu peningkatan teknologi produksi tanaman pangan berbasis lahan kering untuk kedaulatan pangan. Indonesia masih mengimpor ubi kayu dari luar negeri untuk lem kertas sedangkan Indonesia sebenarnya sudah mampu memproduksi sendiri dengan luas wilayah yang besar. NTT termasuk 5 besar penyumbang produksi Ubi Kayu ditingkat nasional. Ini sangat menarik untuk dikaji. Sebagai mahasiswa tentu ini menjadi peluang yang cukup bagus," ujar gadis yang biasa disapa Ernia.

Ia mengatakan seharusnya Indonesia bisa memproduksinya sendiri dari pada impor dari luar negeri. Sehingga yang dibutuhkan adalah sumberdaya manusia yang mampu mengolah lahan kering sebagai pusat kedaulatan pangan.

Pantaun Pos Kupang, para peserta tampak antusias mengikuti seminar ini.(*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved