Lantaran Tak Ada Pelayanan di Kantor Camat Raimanuk, Suku Lobor Minta Kembalikan Tanah

Hal ini memicu reaksi dari suku Lobor Laen selaku pemilik tanah yang memberikan lahannya untuk pembangunan kantor tersebut.

Lantaran Tak Ada Pelayanan di Kantor Camat Raimanuk, Suku Lobor Minta Kembalikan Tanah
POS KUPANG/EDY BAU
Inilah kondisi Kantor Camat Raimanuk di Fatukmurak, Desa Mandeu Raimanus 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Edy Bau

POS KUPANG.COM, ATAMBUA—Selama setahun terakhir, semua pelayanan oleh Pemerintah Kecamatan Raimanuk tidak dilakukan di kantor camat di Fatukmurak, Desa Mandeu Raimanus, Kabupaten Belu.

Pelayanan justru dilakukan di Kantor Desa Mandeu.

Hal ini memicu reaksi dari suku Lobor Laen selaku pemilik tanah yang memberikan lahannya untuk pembangunan kantor tersebut.

Perwakilan Suku Lobor Laen, Aloisius Moruk telah menemui Wakil Bupati (Wabup), JT. Ose Luan untuk meminta kembali tanah tersebut jika memang kantornya tidak difungsikan.

“Kemarin saya mau ketemu Bupati tapi beliau ada di Kupang. Saya akhirnya bertemu Wakil Bupati untuk sampaikan bahwa kalau kantor itu tidak dimanfaatkan maka sebaiknya kami ambil kembali saja tanahnya,” kata Aloisius kepada Pos Kupang, Selasa (5/9/2017).

Dikatakannya, kecamatan itu sudah berusia belasan tahun dan sejak awal camat pertama, Balthasar Bouk, selalu tinggal di rumah jabatan camat dan memberikan pelayanan di kantor camat. Namun sekarang kantor camat tidak pernah difungsikan karena dipindahkan ke kantor desa Mandeu.

“Kemarin pak Wakil Bupati mengatakan karena tidak ada listrik sehingga menyulitkan pelayanan. Lalu saya bilang, Camat pertama bisa tinggal di sana dan buat pelayanan di sana, mengapa camat sekarang tidak bisa? Kita menunggu tindaklanjut dari pak wakil bupati,” ujarnya.

Wabup Belu, JT. Ose Luan yang dikonfirmasi, Selasa (5/9/2017), membenarkan adanya perwakilan suku Lobor Laen, Desa Mandeu Raimanus yang menemuinya. Wabup mengaku telah memberi penjelasan bahwa ada kesulitan aparat untuk memberikan pelayanan di sana karena ketiadaan listrik.

“Dulu katanya ada genset tapi tidak tahu sudah di mana. Memang sedikit menelantarkan bangunan itu,” jawabnya.

Meski demikian, lanjut Wabup, dirinya akan turun langsung mengecek kondisi kantor tersebut.

“Saya akan ke sana untuk cek kondisi kantornya. Saya takut, karena tidak berkantor di sana, gedung itu menjadi rusak sehingga harus dicari solusi agar gedung itu digunakan,” ujarnya. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved