Warga Desa Raifatus-Belu Juga Tidak Mendapat Rastra: Kartu Ini Tidak Berguna

Padahal, mereka adalah pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Warga Desa Raifatus-Belu Juga Tidak Mendapat Rastra: Kartu Ini Tidak Berguna
POS KUPANG/EDY BAU
Kepala Bagian Ekonomi Setda Belu, Servas Boko sedang memberi penjelasan kepada warga Desa Raifatus di Kantornya, Kamis (31/8/2017). 

Laporan Wartawan Pos-Kupang.com, Edy Bau

POS-KUPANG.COM, ATAMBUA - Tak hanya warga Desa Manleten yang mengeluhkan tak mendapat jatah rastra. Sejumlah warga Desa Raifatus, Kecamatan Riahat, Kabupaten Belu juga mendatangi Bagian Ekonomi Setda Belu, Kamis (31/8/2017).

Kedatangan mereka ke kantor ini untuk mempertanyakan mengapa di tahun 2017 mereka tak mendapat jatah beras miskin (raskin) atau beras sejahtera (rastra) semester I.

Padahal, mereka adalah pemegang kartu perlindungan sosial (KPS) dan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).

Mereka juga selalu mendapat jatah rastra di tahun 2016 dan tahun-tahun sebelumnya.

"Tahun lalu nama kami ada untuk terima raskin tapi tahun ini nama kami tidak ada. Kami ini pemegang Kartu KPS dan KKS. Apakah kami bakar saja kartu ini ?" kata salah satu warga.

Mereka mengaku sudah mengklarifikasi hal ini kepada kepala desa setempat dan kepala desa meminta mereka mengklarifikasi langsung ke bagian ekonomi.

"Kami datang bukan untuk mengadu tapi mau pastikan apa benar nama kami tidak ada sebagai penerima," kata istri dari Yoseph Mali Mau, salah satu warga.

Menurut mereka, di desa itu ada 10 kepala keluarga (KK) yang namanya tidak ada sebagai penerima rastra di tahun 2017.

Kepala Bagian Ekonomi Servas Boko kepada perwakilan warga ini langsung meminta stafnya mengecek nama KK dari Desa Raifatus dalam data induk yang diterima dari tim penanggulangan dan penanganan kemiskinan (TNP2K).

Menurutnya, sudah banyak warga yang datang mempertanyakan mengapa nama mereka tidak ada sebagai penerima. Dari hasil penelusuran ternyata nama-nama warga ini tidak ada dalam data dari TNP2K.

Dengan demikian, dia mengatakan telah menyurati para camat agar melakukan pendataan ulang terhadap warga.

"Mereka bilang mau bakar kartunya. saya bilang sudah surati camat dan kepala desa untuk data ulang. mudah-mudahan diakomodir pada tahun 2018. Tapi saya juga tidak bisa menjamin karena kita menerima data dari TNP2K," jelasnya. (*)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved