Ketua Pengurus Pusat PMKRI Bicarakan Masalah Krusial Ini dengan Presiden Jokowi di Istana

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Ketua PP PMKRI, Angelo Wake Kako membicarakan masalah radikalisme dan kesenjangan.

ISTIMEWA
Ketua PP PMKRI, Angelo Wake Kako bersalaman dengan Presiden Joko Widodo, Selasa (22/8/2017). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI) diterima Presiden Republik Indonesia, Ir. Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara Jakarta , Selasa (22/8/2017).

Dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi, Ketua PP PMKRI, Angelo Wake Kako membicarakan masalah radikalisme dan kesenjangan sosial.

Menurut Angelo, PMKRI secara organisatoris mendukung Perppu No 2 Tahun 2017 sebagai bagian dari upaya menjaga keutuhan bangsa dan negara yang kita cintai ini.

Pengurus Pusat PMKRI pose bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/8/2017).
Pengurus Pusat PMKRI pose bersama Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Selasa (22/8/2017). (ISTIMEWA)

"Sejarah menunjukan kalau PMKRI selalu hadir tatkala Pancasila berada dalam ancaman. Namun, tadi kita sampaikan kepada Bapak Presiden bahwa Perppu bukan solusi final terhadap masalah bangsa ini. Persoalan kesenjangan harus menjadi prioritas perhatian pemerintah. Kesenjangan menjadi akar munculnya radikalisme," kata Angelo kepada wartawan seusai pertemuan dengan Presiden.

Angelo mengatakan, ikhtiar pemerintah membangun dari pinggiran secara perlahan sudah mulai dirasakan yang ditandai dengan bergesernya koefisien gini dari 0,42 pada 2014 ke 0,39 saat ini.

"Sebagai organisasi yang memiliki basis terbesar di wilayah perbatasan, khususnya perbatasan darat seperti di Kalbar, NTT, dan Papua, kami mengapresiasi geliat pembangunan kawasan perbatasan dengan harapan tidak mengesampingkan pembangunan sumber daya manusianya," demikian Angelo. (*)

Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved