Empat Pilar Kebangsaan Jadi Mata Pelajaran di Giovanni Kupang

Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang bekerjasama dengan SMAK Giovanni Kupang menggelar seminar.

Empat Pilar Kebangsaan Jadi Mata Pelajaran di Giovanni Kupang
ISTIMEWA
REKOMENDASI -Para narasumber dan perwakilan siswa saat menyampaikan rekomendasi hasil seminar, Rabu (16/8/2017).

POS KUPANG.COM, KUPANG - Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang bekerjasama dengan SMAK Giovanni Kupang menggelar seminar bertajuk "Merawat NKRI: Menolak Radikalisme," di Aula SMAK Giovanni Kupang, Rabu (16/8/2017).

Seminar memaknai HUT ke-72 Kemerdekaan RI dan dihadiri siswa-siswi SMAK Giovanni Kupang, Seminari St. Rafael Oepoi, SMP Giovanni, SMP St.Yoseph, SMP Sta.Theresia Kupang beserta para guru ini menghasilkan empat rekomendasi.

Pertama, menganjurkan agar Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI (empat pilar kebangsaan) sebagai mata pelajaran di semua sekolah. Kedua, kebhinekaan adalah anugerah yang mesti disyukuri dan dipelihara. Ketiga, melawan radikalisme dalam berbagai bentuknya. Keempat, mendukung langkah pemerintah memberantas radikalisme.

Tampil sebagai narasumber adalah Drs. Dominicus S Yempormase (Wakil Direktur Binmas Polda NTT) dan RD Maxi Un Bria (Ketua Komisi Kerasulan Awam Keuskupan Agung Kupang).

Dominicus mengingatkan peserta agar bersikap kritis dan bijaksana dalam menggunakan medsos agar tidak mengungkapkan ujaran kebencian dan hasutan yang mengganggu ketertiban dan perdamaian masyarakat. Selain itu agar hati-hati terhadap paham radikal karena dapat menciptakan disharmoni bangsa.

Sementara RD Maxi dalam materinya bertajuk, "Diplomasi Kedaulatan NKRI dan Indonesia Hebat," mencerahkan peserta tentang pentingnya kesadaran menumbuhkan rasa cinta dan nasionalisme kepada NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan Bhineka Tunggal Ika.

Kepala SMAK Giovanni Kupang, RD Yasintus Efi, menilai seminar dimaksud sangat relevan sebagai pencerahan terhadap remaja dan kawula muda agar memiliki wawasan kebangsaan dan nasionalisme sebagai bekal dalam melawan radikalisme. (eni)

Penulis: Benny Dasman
Editor: Kanis Jehola
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved