Pemda Flotim Diminta Segera Tetapkan Batas Tarif Jasa Porter Pelabuhan

penetapan tarif tinggi oleh para porter pelabuhan selama ini hanya diserahkan pada kesepakatan antara porter dan pengguna jasa

POS KUPANG/FELIKS JANGGU
Pelabuhan Larantuka 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Felix Janggu

POS KUPANG.COM, LARANTUKA - Maksimus AB Kean atau Wis Kean, Saiful Sengaji dan Rofinus Kabelen, tiga anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Flores Timur meminta pemerintah merespon cepat permasalahan porter di pelabuhan Larantuka.

Wis Kean mengatakan persoalan porter Pelabuhan Larantuka masalah klasik yang sampai saat ini belum mendapatkan jalan penyelesaian yang tuntas.

Ia mengatakan penetapan tarif tinggi oleh para porter pelabuhan selama ini hanya diserahkan pada kesepakatan antara porter dan pengguna jasa mereka.

Batas tarif pun ditentukan oleh kedua belah pihak saja. Namun kadang-kadang kesepakatan tidak terjadi saat penumpang turun dari kapal.

"Ada porter yang angkat barang tanpa sepakati dulu harga jasa angkutnya. Pas tiba di pelabuhan, baru minta bayaran tinggi," kata politisi Partai Gerindra ini saat ditemui Rabu (16/8/2017).

Tambah Wis Kean, ruang kesepakatan hanya mungkin terjadi saat penumpang hendak naik kapal.

"Pas naik kapal itu negosiasi bisa terjadi. Tapi pas turun dari kapal, kadang tidak ada," kata Wis Kean.

Wis Kean tidak terima jika porter dituding melakukan pemerasan terhadap penumpang.

"Sebenarnya terlalu kasar kalau disebut pemerasan. Mereka menawarkan jasa, dan penumpang menggunakan jasa," kata Wis Kean.

Halaman
12
Penulis: Felix Janggu
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved