Pekerja Kantor Bupati Sikka Mengadu ke DPRD Lantaran Soal Yang Satu Ini

Hari Selasa ini, pekerja lokal di proyek pembangunan Kantor Bupati Sikka mogok kerja. Ini alasannya

Pekerja Kantor Bupati Sikka Mengadu ke DPRD Lantaran Soal Yang Satu Ini
Pos Kupang/Egy Moa
Pekerja bangunan Kantor Bupati Sikka yang tak kebagian kursi duduk di lantai mengikuti pertemuan dengan Komisi III DPRD Sikka, di Kota Maumere, Pulau Flores, Selasa (15/8/2017) siang 

Dus mendesak kontraktor kembali dengan kesepakatan upah yang semula agar tidak menimbulkan gesekan dengan pekerja.

Harapan yang sama disampaikan Stef Sumandi, Fabianus Toa, Us Bapa mendesak kontrator membayar upah sesuai kesepakatan awal.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Sikka, Agustinus Boy Satrio mengatakan upah Rp 100 ribu untuk tukang dan Rp 50 ribu untuk buruh sudah mengkhawatirkannya sejak semula. Ketika pekerjaan telah berkurang dan hanya butuh tukang dengan spesifikasi tertentu.

"Kekhawatiran saya di awal proyek ini akhirnya terjadi. Semula bagi saya, upah ini bagus buat pekerja lokal. Saya minta didiskusikan kembali kalau mau dikurangi," kata Boy Satrio.

Bimo mengatakan, pengurangan upah kerja belum menjadi keputusan final perusahaan. Ia akan membicarakannya dengan pemilik perusahaan berada di Kupang. Namun untuk kembali dengan kesepakatan upah semula juga bukan kewenanganya.

"Saya akan sampaikan seluruh persoalan ini kepada pemilik perusahaan di Kupang," ujarnya.

Bimo mengatakan, dari 240-an tenaga kerja di proyek kantor Bupati Sikka, hanya 20-an tenaga kerja spesifikasi didatangi dari Jawa, selebihnya tenaga kerja di Sikka. menurut Bimo, pekerja lokal cepat menyerap ketrampilan dari metode kerja tukang dari Jawa. *

Penulis: Eugenius Moa
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved