Breaking News:

Jelang HUT Ke-72 RI Masih Ada Ibu Hamil yang Ditandu Lintas Kecamatan untuk Proses Persalinan

Seorang ibu hamil ditandu ke sebuah puskesmas terdekat untuk bersalin. Kondisi sungguh memprihatinkan menjelang HUT ke-72 RI

Penulis: Agustinus Sape | Editor: Agustinus Sape
FACEBOOK/ROBERT CHRISTIANTO
Warga Desa Parek yang dipikul untuk mendapatkan persalinan ke Puskesmas di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Kalbar beberapa hari yang lalu. Kepala desanya, Lorensius SE mengakuinya. 

POS-KUPANG.COM,  LANDAK - Kepala Desa (Kades) Parek, Kecamatan Air Besar, Kabupaten Landak, Lorensius SE mengakui beberapa hari yang lalu memang ada warganya yang terpaksa dipikul untuk menjalani proses persalinan di Kecamatan Suti Semarang, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat.

Sebelumnya, informasi tentang ada warga Kabupaten Landak yang terpaksa dibawa dengan cara dipikul untuk mendapatkan persalinan ke Kabupaten Bengkayang di posting oleh Robert Christianto melalui Media Sosial (Medsos) Facebook.

"Iya kemarin hari Jumat memang ada persalinan warga saya atas nama Dona dari Kampung Padang Tanjung, Dusun Padang Bengawan, Desa Parek. Kenapa dipikul dan dibawa ke Kecamatan Suti Semarang, karena akses ke Serimbu cukup jauh," ujar Kades kepada wartawan pada Selasa (15/8/2017).

Kades Parek, Lorensius SE
Kades Parek, Lorensius SE (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ALFON PARDOSI)

Selain itu, akses jalan dari Desa Parek ke Serimbu yang merupakan ibu Kota Kecamatan tidak bisa menggunakan mobil karena belum ada jembatan.

"Kalau pakai motor itu sekitar dua jam setengah ke Serimbu, kalau ke Suti Semarang sekitar 30 menit," katanya

Sedangkan pada saat membawa warga yang bersalin saat itu, membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam.

"Awalnya memang ada penangganan dari dukun beranak di kampung, tapi karena tidak mampu dibawa ke Suti Semarang dengan digotong," jelasnya.

Setelah mendapatkan pertolongan pertama dari Puskesmas Suti Semarang, kemudian warganya itu dibawa ke Rumas Sakit Serukam.

"Saat ini kondisi ibu dan bayi sudah sehat, dan tidak lama lagi akan di bawa pulang ke kampung," ungkapnya.

Diakui Lorensius bahwa di Desa yang ia pimpin belum ada bidan yang stanbay.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved