Soal Demo Sopir Angkutan Kota, Ini Tanggapan Dishub Kota Kupang

Dinas Perhubungan Kota Kupang akhirnya juga buka suara terkait dengan demonstrasi yang dilakukan sopir angkutan kota

Soal Demo Sopir Angkutan Kota, Ini Tanggapan Dishub Kota Kupang
Pos Kupang/Andri Atagoran
Sopir angkot lampu 5 dan lampu 7 saat beraudiensi dengan Dishub Kota Kupang di Kantor Dishub Kota Kupang, Senin (14/8/2017) 

Laporan Reporter Pos Kupang, Andri Atagoran

POS KUPANG.COM, KUPANG - Puluhan sopir angkot lampu 5 dan lampu 7 melakukan aksi demonstrasi di kantor Dinas Perhubungan Kota Kupang, Senin (14/8/2017).

Mereka menuntut Dinas Perhubungan melakukan sosialisasi dan memperketat pemberlakuan perda nomor 1 tahun 2015 tentang tarif angkutan umum Kota Kupang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Lalu Lintas Angkutan Darat Dinas Perhubungan Kota Kupang, Stef Manafe mengatakan, penumpang membayar di bawah standar yang ditetapkan pemerintah disebabkan karena ulah beberapa oknum sopir angkot.

"Dulu kami sudah sosialisasi, kami bikin stiker sekitar 2000-an dan tempel di semua mobil. Jauh dekat sudah ditetapkan sesuai tarif pemerintah kota, untuk anak-anak Rp 2.000 dan dewasa Rp 3.000," kata Stef.

Dalam perjalanan, Stef mengatakan, beberapa oknum sopir angkot menurunkan tarif tersebut agar mendapat banyak penumpang.

"Dalam perjalanan mereka copot stiker tersebut dan buat tarif sendiri tarif untuk anak sekolah menjadi Rp 1000. Ini maunya mereka, kami sudah tetapkan tapi mereka turunkan dan menguntungkan penumpang. Kami mau bagaimana coba," kata Stef.

Stef manbahkan akan berbeda jika angkot menaikan tarif dari yang ditetapkan pemerintah.

"Kalau mereka naikan tarif lalu masyarakat yang komplain baru kita tegaskan. Seharusnya mereka saling koordinasi untuk tetap bertahan dengan tarif tersebut," kata Stef.

Meskipun demikian, Stef telah membantu membagikan stiker dan copian lebaran peraturan daerah untuk disosialisasikan ulang ke pemerintah.

"Kami sudah bicarakan bersama dan solusinya kami berikan mereka lagi copian lebaran perda jika ada penumpang yang komplain makan mereka tinggal tunjukan itu. Tinggal mereka semua kompak untuk memberlakukan tarif yang sama sesuai perda," kata Stef. (*)

Penulis: Andri Atagoran
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved