Polisi Periksa Orang yang Menyebut Pria yang Dibakar di Bekasi Korban Salah Sasaran

Postingan BJ disebut-sebut sebagai penggiring opini di mata masyarakat, bahwa Joya memang betul korban salah sasaran.

Polisi Periksa Orang yang Menyebut Pria yang Dibakar di Bekasi Korban Salah Sasaran
ISTIMEWA
Siti Zubaedah (25), istri MA (30), pria yang tewas dibakar massa karena dituduh mencuri amplifier musala di Kampung Muara Bakti RT 012/07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (1/8/2017). 

POS KUPANG.COM, BEKASI - Kepolisian Resor Metro Bekasi memeriksa pengunggah sosok Muhammad Al Zahra alias Joya (30) di Facebook.

Pria berinisial BJ menyebutkan, Joya adalah korban salah sasaran keberingasan warga Muara Bakti yang tega membakarnya hidup-hidup.

Postingan BJ disebut-sebut sebagai penggiring opini di mata masyarakat, bahwa Joya memang betul korban salah sasaran.

"Pengunggah di medsos itu mengklaim Joya adalah korban salah sasaran. Informasi ini diperoleh secara subjektif atau berdasarkan keterangan tetangga korban.

Namun saat dilakukan penyelidikan lebih dalam, terungkap bahwa korban ini juga terduga pelaku pencurian amplifier," ujar Kepala Satuan Reskrim Polrestro Bekasi AKBP Rizal Marito, Senin (7/8/2017).

Joya tewas karena dikeroyok dan dibakar hidup-hidup oleh warga Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Joya diduga mencuri sebuah alat pengeras suara atau amplifier milik Musala Al Hidayah.

Rizal mengingatkan masyarakat untuk bijaksana menggunakan media sosial.

Jangan sampai unggahan yang di media sosial itu menimbulkan keresahan.

Apalagi, informasi yang diposting itu subjektif dan tidak sesuai fakta.

Halaman
12
Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved