Begini Peran 5 Terduga Pembakar Pria Hidup-hidup di Bekasi yang Kini Diburu Polisi

kelima orang tersebut berperan sebagai pelaku pengeroyokan, penyiram bensin, dan penyulut api ke tubuh MA

Begini Peran 5 Terduga Pembakar Pria Hidup-hidup di Bekasi yang Kini Diburu Polisi
ISTIMEWA
Siti Zubaedah (25), istri MA (30), pria yang tewas dibakar massa karena dituduh mencuri amplifier musala di Kampung Muara Bakti RT 012/07, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Selasa (1/8/2017). 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Polres Metro Bekasi membentuk tim khusus untuk memburu lima orang yang diduga terlibat pengeroyokan dan pembakaran terhadap MA (30).

"Lima orang sedang dalam pengejaran. Kami membentuk tim khusus dari 3 subdit. Tim dipimpin langsung Kasat Reskrim dibantu Kapolsek Babelan dan dibantu Kasat Intelkam," ujar Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Asep Adisaputra di Mapolres Metro Bekasi, Senin (7/8/2017).

Menurut Asep, kelima orang tersebut berperan sebagai pelaku pengeroyokan, penyiram bensin, dan penyulut api ke tubuh MA setelah ditangkap warga di sekitar Pasar Muara Bakti, Babelan.

Hal itu diketahui dari bukti petunjuk, keterangan sejumlah saksi, dan keterangan dua tersangka.

Ia menjelaskan, mulanya ada sembilan orang warga yang diamankan karena diduga terlibat pengeroyokan dan pembakaran terhadap MA.

Namun, dari temuan alat bukti, baru dua orang yang bisa ditetapkan sebagai tersangka, yakni yakni NA dan SU.

NA (39) adalah pegawai swasta berperan menendang perut MA sebanyak satu kali dan bagian punggung dua kali.

Sementara SU (40), petugas sekuriti melakukan penendangan sebanyak dua kali ke tubuh MA.

"Kami sudah mengidentifikasi sedikitnya lima orang yang lain dengan perannya masing masing. Di antara perannya adalah orang yang menyiram tubuh korban dengan bensin, menyulutkan api, ada juga yang berperan memukul dengan benda tumpul," kata Asep.

Diberitakan, MA (30) warga Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, tewas setelah diamuk dan dibakar hidup-hidup oleh massa di sekitar Pasar Muara Bakti, Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (1/8/2017).

MA diamuk dan dibakar massa setelah dikejar dan dituduh sebagai pencuri amplifier di Musala Al Hidayah, Desa Hurip Jaya, Babelan, atau berjarak sekitar 4 Km dari lokasi dia ditangkap.

Kini, pihak kepolisian sedang menyidik dua peristiwa pidana tersebut.

Yakni dugaan pencurian amplifier yang dilakukan MA dan aksi pengeroyokan dan pembakaran yang membuat MA tewas. (Abdul Qodir)

Editor: Alfons Nedabang
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved