Prodi Farmasi Stikes CHMK Lakukan Pengabdian Masyarakat di Desa Oematnunu

Mahasiswa langsung berinteraksi dengan warga untuk menjelaskan berbagai kegunaan beberapa tumbuhan obat.

Prodi Farmasi Stikes CHMK Lakukan Pengabdian Masyarakat di Desa Oematnunu
ISTIMEWA
Para mahasiswa Farmasi foto bersama di sela kegiatan penanaman obat di Desa Oetmanunu, Sabtu (5/8/2017). 

Laporan Reporter Pos Kupang, Gordi Donofan

POS KUPANG.COM, KUPANG - Mahasiswa Program Studi Farmasi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Citra Husada Mandiri Kupang (Stikes CHMK) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Oetmanunu, Kecamatan Kupang Barat , Kabupaten Kupang, Sabtu (5/8/2017).

Desa Oetmanunu merupakan desa binaan Stikes CHMK dan  Program Studi S1 Farmasi adalah  satu di antara prodi yang ada di CHMK.

Demikian disampaikan Barbara Azalya Sarifudin, S. Farm., M.Farm.,Apt.

Sarifudin menjelaskan, pada hari Sabtu (5/8/2017) sebanyak 4 bus rombongan mahasiswa Farmasi menuju Desa Oetmanunu.

Setelah berkoordinasi dengan aparat desa, mahasiswa langsung menuju beberapa rumah warga dan sebuah kebun yang telah disiapkan.

Ia menjelaskan, mahasiswa langsung berinteraksi dengan warga untuk menjelaskan berbagai kegunaan beberapa tumbuhan obat.

"Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan juga bersama masyarakat memanfaatkan pekarangan untuk tanaman obat. Banyak warga tidak mengetahui manfaat tanaman yang ada di sekitarnya yang berkhasiat obat. Oleh sebab itu kami bersama mahasiswa farmasi terjun langsung dari rumah ke rumah untuk memberikan mereka pemahaman tentang berbagai tanaman obat," jelas Barbara.

Ia menuturkan, para mahasiswa langsung membawa anakan tanaman obat untuk ditanam di rumah warga. Harapannya agar mereka bisa merawatnya dan bisa memanfaatkannya untuk mengobati penyakit yang diderita.

Wakil ketua II Stikes CHMK Vinsen Belawa Making, menyatakan, saat ini ilmuwan tidak harus duduk di balik meja, tapi harus memberikan kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat.

Para mahasiswa Farmasi sedang menanam tanaman obat-obatan di Desa Oetmanunu, Sabtu (5/8/2017)
Para mahasiswa Farmasi sedang menanam tanaman obat-obatan di Desa Oetmanunu, Sabtu (5/8/2017) (ISTIMEWA)

Lanjut Making, saat ini banyak ilmuwan hanya hebat berbicara tetapi tidak melakukan apa-apa. Hal ini tidak sesuai dengan prinsip Tridarma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian.

Yang dilakukan  mahasiswa Farmasi ini adalah Tridarma yang ketiga.

"Mereka telah memberikan pengajaran di kelas, telah melakukan penelitian berdasarkan literatur dan saat ini mereka aplikasikan ke tengah masyarakat. Jadi ilmu itu akan mati jika tidak diaplikasikan," jelas Making. (*).

Editor: Agustinus Sape
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved