Breaking News
Rabu, 29 April 2026

Babak Perempatfinal hingga Final

Perseftim Diukung PSSI Kirim Tim Pantau Wasit di ETMC 2017

Tidak ada alasan untuk tidak mendukung sesuatu yang positif dalam memajukan sepakbola di NTT.

Penulis: Sipri Seko | Editor: Sipri Seko
istimewa
Pelatih Perseftim, Abdul Syukur 

POS-KUPANG.COM, KUPANG – PSSI Pusat mengirim Khaerul Agil yang akan bertugas sebagai supervisi pada perhelatan El Tari Memorial Cup 2017. Khaerul Agil akan bertugas sejak babak perempatfinal hingga final.

Hal ini mendapat tanggapan positif dari beberapa pelatih yang timnya lolos ke babak perempatfinal. Abdul Syukur, Pelatih Perseftim yang dihubungi, mengaku sangat mendukung hal ini.

“Perseftim sangat mendukung. Wasit kita memang perlu dievaluasi. Semua demi pembinaan sepakbola NTT yang lebih bagus. Tidak ada alasan untuk tidak mendukung sesuatu yang positif dalam memajukan sepakbola di NTT,” kata Abdul Syukur.

Pendapat yang sama dikatakan wasit PSSI NTT, Zulkifli Umar. Zulkifli, mengatakan, apa yang dilakukan PSSI Pusat, sangat bagus.

“Bagus itu. Ini Liga 3 jadi harus ada yang pantau wasit. PSSI Pusat harus turut campur tangan  demi perbaikan. Ada wasit yang sertifikat C3, yang seharusnya tidak boleh pimpin El Tari Memorial Cup. Kalau bisa itu diperiksa oleh PSSI Pusat,” kata Zulkifli.

Sebelumnya diberitakan, kinerja para wasit di Ende mendapat sorotan. Ada nilai minus yang disampaikan para pegiat, pengamat dan penonton event sepakbola ini.

Hal ini juga meinandapat tanggapan dari PSSI Pusat yang akan mengirim tim pemantau untuk mengevaluasi para wasit mulai dari babak perempatfinal. Para wasit yang tidak layak akan dikirim kembali ke daerahnya atau tidak boleh lagi memimpin.

“Ini tidak main-main. Saya terus memantau para wasit dan ternyata memang ada beberapa yang mesti d ievaluasi. Babak delapan besar, PSSI Pusat akan kirim tim. Bila perlu kita akan buat coaching clinic kepada mereka.  Semua demi pembinaan sepakbola di NTT yang lebih baik,” tegas Ketua Komisi Sport Integelent PSSI Pusat, Fary Francis di Jakarta, Senin (31/7/2017).

Fary mengaku, sebagai Sport Intelegent, pihaknya banyak mendapatkan laporan mengenai kualitas wasit yang memimpin di ajang ini. Menurutnya, sesuai laporan yang masuk, ada wasit yang usianya sudah di atas 50 tahun yang tentu memiliki kebugaran fisik yang tidak bagus.

“Memilih wasit itu tidak gampang. Ada kriterianya. Fisik, usia, kualitas dan lainnya. Kita di NTT, saya lihat ada yang karena suka dan tidak suka. Ini mesti kita evaluasi bersama. Dan, karena ini Liga 3, PSSI Pusat tidak akan tinggal diam,” kata Fary.  **

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved