Wabup Sumba Timur Minta Stop Kekerasan Terhadap Anak
Ini pesan penting dari wakil bupati sumba timur dalam rangka hari anak nasional di daerah itu
Penulis: Robert Ropo | Editor: Marsel Ali
Laporan wartawan Pos Kupang, Robert Ropo
POS KUPANG.COM, WAINGAPU - Perayaan hari anak nasional merupakan wujud atau bentuk kepedulian pemerintah terhadap perlindungan anak Indonesia agar anak-anak bisa tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus pembangunan bangsa dan negara yang dititikberatkan pada pembangunan keluarga.
Jika kita melihat anak-anak saat ini, mereka sangat gembira, nampak pada wajah mereka cukup ceria, sebagama anak-anak mengalami ulang tahun dalam keluarga.
Namun dibalik itu semua, hati mereka pun menangis dan sedih, oleh karena hak-hak mereka yang belum terpenuhi.
Ada sebagian banyak teman-teman mereka yang mengalami kekerasan, baik itu kekerasan fisik, psikis, kekerasan seksual bahkan terjadi penelantaran pada anak-anak.
Mereka ingin agar mereka bebas dari kekerasan, mereka ingin agar para pelaku kekerasan dihukum seberat-beratnya, setimpal dengan perbuatan mereka.
Oleh kerena itu, melalui kesempatan ini, sebagai pemerintah, masyarakat, orang tua dan anak-anak untuk sama-sama berperan aktif mendukung stop kekerasan terhadap anak dimana yang harus dimulai dari diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan terdekat.
Permintaan itu disampaikan wakil bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali saat kegiatan Hari Anak Nasional yang berlangsung di lapangan Suembak, Sabtu (29/7/2017).
Wabup Pekuwali mengatakan, ada beberapa poin dari suara anak-anak NTT yang mereka rumuskan pada saat Konferda tingkat propinsi NTT di kabupaten Ende 13-16 Juli 2017 lalu, mereka meminta agar para predator anak di hukum seberat-beratnya, karena para pelaku itu membunuh dan merusak masa depan anak.
Selain itu, bebaskan anak dari penjara dewasa, jadikan sekolah atau rumah sakit ramah anak. (*)