Ini Tujuan Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Ada di Labuan Bajo

Rombongan mahasiswa Universitas Duta Wacana Yogyakarta, berada di Labuan Bajo untuk observasi berkaitan dengan penyusunan master plan pengembangan de

Ini Tujuan Mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Ada di Labuan Bajo
POS KUPANG/SERVATINUS MAMMILIANUS
Suasana Jumpa pers yang dihadiri para Mahasiswa Duta Wacana Yogyakarta di Labuan Bajo, Senin (31/7/2017). 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Servantinus Mammilianus

POS KUPANG.COM, LABUAN BAJO -- Rombongan mahasiswa Universitas Duta Wacana Yogyakarta, berada di Labuan Bajo untuk observasi berkaitan dengan penyusunan master plan pengembangan desa nelayan.

Dosen pembimbing para mahasiswa itu, Greg Wuryanto, menjelaskan bahwa para mahasiswa mulai melakukan kegiatannya sejak tanggal 4 Juli 2017 di Pulau Seraya Kecamatan Komodo dan di Rangko Kecamatan Boleng, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

Greg menyampaikan itu dalam jumpa pers dengan pemerintah daerah setempat, pihak kepolisian, syahbandar, Basarnas serta pihak terkait lainnya. Berlangsung, Senin (31/7/2017) di rumah jabatan Sekda Mabar, Rofinus Mbon.

"Kegiatan mulai tanggal 4 di Seraya dan Rangko-Boleng. Program kami berkaitan dengan master plan desa nelayan, melakukan observasi. Ada pembangunan fasilitas umum, seperti masjid dan rumah sehat dengan membuat rencana anggaran. Ini agar ke depannya, desa harus punya dokumen penggunaan prioritas dana desa," kata Greg.

Program itu kata dia, bersinggungan langsung dengan pengembangan wisata di Labuan Bajo.

Para mahasiswa juga kata dia, mengunjungi desa-desa yang memiliki potensi wisata. Di seraya kata dia, sempat diselenggarakan lomba ketinting dan di Rangko lomba memanah ikan serta lomba membuat miniatur kapal.

Menurut Greg, sebelum kejadian mereka sudah berencana melakukan perjalanan dua hari satu malam.

"Perjalanan saat itu mulai jam 9 pagi, perjalanan dilalui dengan tenang dan kecepatannya santai. Ada tiga destinasi yang kami kunjungi, yakni Gili lawa; Pink Beach dan Kanawa. Malamnya kami inap di dekat Pulau Kalong. Lalu besok paginya kami ke Padar, kami jalan setengah enam. Selanjutnya ke Rinca. Kejadiannya di Batu Tiga, saat kejadian saya di lantai bawah dalam kabin. Tidak melihat langsung, hanya goncang ke kiri dan ke kanan. Akhirnya kapal miring 90 derajat, bukan tenggelam," tutur Greg.*

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Alfred Dama
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved