Berita Flores Lembata Alor

Kades Lisekuru Bilang Kualitas Raskin Menurun

Kualitas beras raskin kali ini agak menurun meskipun secara umum masih bisa dikosumsi oleh warga.

Kades Lisekuru Bilang Kualitas Raskin Menurun
KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKO
Ilustrasi: Distribusi raskin 15 kg 

Laporan Wartawan Pos Kupang.com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM, ENDE-- Kepala Desa (Kades) Lisekuru, Kecamatan Lepembusu Kelisoke, Kabupaten Ende, Mikael Seo mengatakan bahwa kualitas beras raskin yang mereka terima kuliatasnya menurun dibandingkan dengan kualitas raskin yang pernah diterima warga desa beberapa waktu sebelumnya.

Hal tersebut dikatakan Mikael Seo kepada Pos Kupang, Kamis (20/7/2017) di Ende ketika ditanya mengenai kualitas beras raskin yang mereka terima dari Perum Bulog Sub Divre Ende.

Mikael mengatakan bahwa terhadap kualitas beras yang ada warga penerima raskin mengeluh karena kualitasnya tidak sama seperti waktu sebelumnya.

Kualitas beras raskin kali ini agak menurun meskipun secara umum masih bisa dikosumsi oleh warga.

Dia mengatakan bahwa untuk menyikapi rendahnya kualitas beras raskin maka warga desa penerima raksin ketika hendak mengkosumsi beras tersebut maka warga mencampur beras raskin dengan jagung ataupun kacang maupun ubi sehingga bisa dikonsumsi oleh warga.

Memang beras raskin saat ini masih bisa dimakan oleh warga namun rasanya tidak sebaik dengan beras raskin sebelumnya,kata Mikael.

Terhadap kondisi beras raskin yang diterima oleh warga, Mikael mengatakan bahwa pihaknya sudah menyampaikan kepada pihak Bulog Ende dengan harapan agar di masa mendatang kualitas beras raskin yang diberikan kepada warga bisa ditingkatkan.

Mikael mengatakan bahwa pihaknya tidak menolak keberadaan beras raskin yang ada karena memang masih bisa dikosumsi oleh warga meskipun kualitasnya tidak sebaik beras raskin sebelumnya.

Saat ini ujar Mikael warga penerima beras raskin di Desa Lisekuru sebanyak 69 KK pada tahun 2017 dari jumlah sebelumnya sebanyak 76 KK di tahun 2017.

Dia mengatakan bahwa meskipun tidak semua warga desa terdaftar sebagai penerima beras raskin namun sebagai kepala desa dia mengambil kebijakan dengan membagikan beras raskin kepada semua warga dengan alasan pemerataan.

Hal tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan semua warga desa.

"Kalau kita tidak bagi semua maka warga yang tidak menerima beras raskin akan protes dan segala urusan di desa menjadi terhambat maka untuk memperlancar urusan di desa beras raskin kita bagi kepada semua warga desa. Hal itu juga berdasarkan kesepakatan bukan semata-mata keputusan saya sebagai kepala desa,"kata Mikael.(*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved