Menghilang Dua Hari, Paulus Ditemukan Tak Utuh Lagi, Diduga Dimangsa Buaya
Potongan tubuh manusia tersebut ternyata milik Paulus Bere yang telah menghilang sejak Selasa (18/7/2017) lalu.
Penulis: Dion Kota | Editor: Agustinus Sape
Laporan Wartawan Pos Kupang, Dion Kota
POS KUPANG. COM, BETUN - Kamis (20/7/2017) sekitar pukul 12.00 wita masyarakat Dusun Weseben, Desa Weseben, Kecamatan Wewiku, Kabupaten Malaka-NTT digegerkan dengan penemuan potongan tubuh manusia bagian kaki hingga pinggang di muara kali Wehali.
Potongan tubuh manusia tersebut ternyata milik Paulus Bere yang telah menghilang sejak Selasa (18/7/2017) lalu.
Paulus yang pamit hendak mencari ikan ke muara kali tak kunjung pulang hingga membuat istri dan enam orang anaknya panik.
Gelisah karena sang suami tak kunjung pulang, Bernadeta Luruk, istri korban bersama 3 orang anaknya, Frida Seuk, Johni Sius Bria dan Stefanus Nahak, langsung mencari korban menyusuri muara kali Wehali pada Kamis pagi.
"Awalnya, Bernadeta dan anak-anaknya menemukan bekal, dan pakaian korban di pondok yang tak jauh dari muara kali. Saat terus mencari, Istri korban kaget dan langsung berteriak histeris karena menemukan potongan tubuh korban yang diduga menjadi korban serangan buaya," ungkap Josep Seran, salah satu saksi mata.
Informasi penemuan potongan tubuh korban sangat cepat menyebar, sehingga tak beberapa lama berselang puluhan warga dan anggota Polsek Wewiku langsung datang ke lokasi.
Dibantu warga dan anggota Polisi, potongan tubuh korban lalu dibawa ke rumah duka yang berjarak sekitar 1 km dari lokasi penemuan.
"Korban ini memang sering mencari ikan di muara kali tersebut. Kali Wehali memang ada buayanya, namun karena ikan di sana banyak warga sering mencari ikan di sana" ungkap Josep. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/buaya_20170324_212520.jpg)