VIDEO: Saksikan Seorang Terdakwa Pembunuh di TTS Diteriaki Keluarga Korban

Ini yang dilakukan keluarga korban saat sidang kasus pembunuhan di Pengadilan Negeri TTS

Laporan wartawan Pos Kupang, Novemy Leo

POS KUPANG.COM, SOE - Deobilus Olin, Terdakwa perkara pembunuhan terhadap Frengky Saban Tasekep, diteriaki dan nyaris dikeroyok keluarga korban, saat sidang di Pengadilan Negeri OE, Rabu (19/7/2017) siang.

Beruntung, terdakwa dilindungi oleh aparat Polisi dari Polres TTS. Sejumlah aparat Polres bersenjata lengkap yang dipimpin oleh kasat sabhara AKP Nehe Nenonai sigap mengawal dan langsung melarikan korban dari ruang jaksa ke mobil polisi.

Sesaat sebelum memasuki ruang sidang, terdakwa sudah mulai 'diincar' keluarga korban. Usai sidangpun, ketika terdakwa keluar ruang sidang, keluarga korban nyaris memukulinya.

Namun polisi sigap mengawal dan memasukkan korban ke ruang jaksa. Di luar ruangan keluarga korban berteriak-teriak.

Selang beberapa lama setelah situasi tenang terdakwa dikeluarkan namun keluarga korban kembali berang dan mengejar terdakwa.

Polisi kembali melindungi korban dan langsung melarikan korban ke mobil polisi dan dibawa ke rutan.
Sidang Pembunuhan dengan terdakwa Deobilus Ollin hanya berlangsung 10 menit di Pengadilan Negeri SoE, Rabu (19/7/2017) siang.

Saat itu pembacaan pembelaan terdakwa oleh pembela, Toislaka, SH. Terdakwa juga memberikan pembelaannya secara singkat.

Sementara berlangsung sidang, di luar ruang sidang keluarga korban masih berteriak-teriak memprotes terdakwa dan pembela.

Keluarga alm Frengky Saban Tasekep, korban pembunuhan oleh Deobilus Ollin, mulai ramai-ramai protes di kantor Pengadilan Negeri SoE, Kabupaten TTS,Rabu (19/7/2017) pukul 11.30 Wita.

Paman korban, Abraham dan ibu korban, Lidya mulai memprotes pembela. Pembela terdakwa, Toislaka tetap berada di dalam ruang sidang 1.

Aparat Kepolisian dari Polres TTS, memgawal ketat gedung Pengadilan Negeri (PN) Soe, Rabu (19/7/2017) pukul 11.00 Wita.

Hari itu akan digelar berbagai sidang dan salah satunya yang menarik perhatian publik adalah sisang perkara pembunuhan, Frengky Saban Tasekep, anak kepala desa Bimaus oleh Deobilus Ollin.

Dua kali sidang sebelumnya, sempat terjadi keributan lantaran keluarga korban tidak menerima tuntutan jaksa terhadap terdakwa selama 15 tahun penjara. (*)

Penulis: omdsmy_novemy_leo
Editor: Marsel Ali
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved