Menjaga Toleransi Ala Masyarakat Riung
Ini yang terjadi di lingkungan masyarakat Riung sejak dahulu kala terkait dengan toleransi
Penulis: Eflin Rote | Editor: Marsel Ali
Laporan Reporter Pos Kupang, Eflin Rote
POS KUPANG.COM, KUPANG - Ketua Ikatan Keluarga Besar Riung (IKBR), Dra Marselina Yasinta Sayan mengaku bangga lahir sebagai orang Riung. Menurutnya, toleransi yang terbangun sejak dahulu kala masih terjaga hingga sekarang.
Hal ini disampaikannya dalam acara Halal Bihalal IKBR Majilis Taa'lim Al-Araf Riung-Kupang, Sabtu (15/7/2017) di Celebess Resto, Kupang.
"Di Riung itu ada 14 bahasa. Dan itu belum termasuk budaya dan agama, keberagaman kita sudah ada sejak jaman dahulu dan kita selalu sharing ke keluarga-keluarga lain. Kita tidak boleh membiarkan pihak ketiga atau pihak lain mengadu domba kita," ucap Yasinta.
Ia meminta kepada seluruh anggota IKBR untuk tetap mempertahankan toleransi dan halal bihalal sebagai salah satu cara mengikat persaudaraan yang berbeda agama.
"Perayaan Natal dan Idul Fitry menjadi hal yang tidak terpisahkan bagi keluarga besar Riung. Tradisi kami bukan dibuat-buat tapi memang sudah ada sejak dahulu. Kami saling menjaga dan menciptakan toleransi," lanjutnya.
Toleransi yang Yasinta maksudkan adalah ketika perayaan natal, semua keluarga berkumpul tidak hanya keluarga Kristen saja. Mereka bersilahturami satu sama lain tanpa memandang perbedaan agama yang ada pada mereka. Begitu pun sebaliknya.
Ketika umat muslim menjalankan ibadah puasa, umat Kristen di Riung pun ikut memeriahkan dengan menyiapkan kolak sebagai menu andalan buka puasa. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/halal-bi-halal_20170716_171831.jpg)