Breaking News

Mantan Wakapolri Sebut Cara Murah Hadapi Ormas Radikal

Menurut saya turunkan saja Bhabinkamtibmas dan Babinsa itu biayanya lebih murah apalagi kalau untuk antisipasi

Editor: Alfons Nedabang
Ilustrasi: Massa Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Jawa Barat membentangkan poster menolak Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Organisasi Masyarakat (Ormas) dalam unjuk rasa damai di depan Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Kamis (11/4/2013). Menurut mereka RUU Ormas ini berpotensi sangat besar membungkam sikap kritis masyarakat terhadap pemerintah dengan berbagai dalih. ( TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN ) 

POS KUPANG.COM, JAKARTA -- Masalah Ormas kini menjadi sorotan terlebih dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) No 2 tahun 2017 tentang Perubahan atas UU tentang Ormas.

Menurut mantan Wakapolri, Komjen (Purn) Oegroseno, pihaknya menawarkan cara murah dan ampuh bagi pemerintah untuk mengatasi serta menghadapi ormas radikal.

"Kalau dikaitkan dengan Perppu, bagaimana hadapi Ormas Radikal? Menurut saya turunkan saja Bhabinkamtibmas dan Babinsa itu biayanya lebih murah apalagi kalau untuk antisipasi," terang Oegroseno dalam Diskusi bertema "Ampuhkah Perppu?", Sabtu (15/7/2017) di Menteng, Jakarta Pusat.

Oegroseno melanjutkan di seluruh Indonesia, jumlah Bhabinkamtibmas dan Babinsa mencapai 80 ribu orang.

Apabila masing-masing dari mereka diberi anggaran Rp 2 juta, maka satu tahun negara hanya mengeluarkan Rp 4 triliun.

Dana itu menurutnya tergolong kecil dan murah.

"?Kalau diberikan Rp 2 juta per orang pada Babinkamtibnas dan Babinsa para Kapolsek, Kapolda, Pangdam, Kapolri bisa tidur nyenyak. Mereka (Babinkamtibnas dan Babinsa) bisa bicara tiap hari ke masyarakat, mereka bisa mengawasi pergerakan di masyarakat," tuturnya.(*)

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved