12 Orang Terbunuh akibat Bom Bunuh Diri di Suriah

Kelompok pemberontak itu telah melancarkan operasi penyisiran besar dalam beberapa hari belakangan, untuk menangkap sel kelompok garis keras, ISIS di

12 Orang Terbunuh akibat Bom Bunuh Diri di Suriah
Pos Kupang/Reuters
Pemandangan menunjukkan bus-bus yang terbakar ketika sedang dalam perjalanan untuk mengevakuasi orang sakit dan terluka dari desa-desa Suriah yang terkepung, al-Foua dan Kefraya, setelah mereka diserang dan dibakar, di provinsi Idlib, Suriah, dalam foto yang disediakan oleh SANA, Minggu (18/12/2016). (SANA/Handout via REUTERS/cfo/16)

POS KUPANG.COM - Seorang pelaku bom bunuh diri menabrakkan sebuah mobil sarat bahan peledak ke arah sekumpulan petempur pemberontak di dekat Idlib, Suriah barat laut pada Rabu, menewaskan 12 orang dan melukai sejumlah orang, menurut sumber pihak pemberontak.

Mereka mengatakan bahwa ledakan tersebut menghancurkan sebuah pabrik tekstil, yang digunakan oleh anggota Hayat Tahrir al Sham sebagai markas mereka.

Hayat Tahrir al Sham adalah sebuah gabungan kelompok pemberontak yang merupakan tulang punggung kekuatan dari Front Nusra, kelompok yang terhubung dengan jaringan Al Qaeda.

Sedikitnya 12 orang tewas dalam peristiwa itu, menurut sumber dari seorang pemberontak.

Kelompok pemberontak itu telah melancarkan operasi penyisiran besar dalam beberapa hari belakangan, untuk menangkap sel kelompok garis keras, ISIS di propinsi Idlib.

Mereka mengatakan telah menangkap setidaknya 100 orang, termasuk seorang petinggi kelompok ISIS yang dituduh bertanggung jawab atas serangkaian peristiwa pembunuhan dan ledakan yang terjadi baru-baru ini di provinsi tersebut.

Idlib dikuasai oleh keberadaan kelompok-kelompok petempur pemberontak. Provinsi yang letaknya berbatasan dengan Turki itu, telah lama menjadi saksi pertikaian antar kelompok pemberontak utama yang saling berlomba untuk merebut kekuasaan.

Meski mereka semua sepakat menentang aturan yang dibuat oleh Presiden Suriah Bashar al Assad, para petempur terbelah oleh ideologi dan persaingan yang kadang meletus menjadi sebuah bentrokan mematikan, demikian seperti diwartakan Reuters. *)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved